Ngunjing dan Gosip Itu TERBURUK... itu merusak keluarga dan berkah.
Sungguh, Namimah dan Ghibah itu sangat buruk. Banyak Muslim melakukannya dan bertindak seolah itu bukan masalah besar. Aku sudah mengalaminya sendiri... keluargaku tercerai-berai karenanya. Kayak, kenapa sih kamu begitu peduli membicarakan orang lain? Urus saja urusanmu sendiri. Fokus pada dirimu sendiri dan keluargamu. Kalau kamu punya masalah dengan orang yang kamu gosipkan itu, dan kamu lelaki atau perempuan yang baik, datangilah langsung orangnya dan bicarakan seperti layaknya orang baik. Jujur saja. Keluargaku sendiri sering kesal padaku karena aku selalu menyuruh mereka berhenti membicarakan orang. Kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan, katakan langsung ke wajah mereka. Aku tidak ingin mendengarnya, dan tidak ada orang lain yang ingin mendengar tentang seseorang yang bahkan tidak hadir di sini. Terkadang, saat aku mendengar mereka menyasar seseorang, aku bahkan akan menelepon orang itu (bukan untuk memberitahu apa yang dikatakan, tapi cuma menanyakan kabar dan memberi salamku). Sebagai pria yang memikirkan pernikahan, ini adalah bendera merah besar bagiku kalau seorang akhwat selalu penasaran dengan urusan orang lain dan membicarakannya di belakang. Itu menunjukkan ketidakamanan yang besar dan bahwa kamu bukan orang yang baik. Seluruh keluargaku terpisah karena omong kosong ini. Kamu dengar hal-hal seperti, "Oh, istri si anu datang dan tidak membantu di dapur dan bertindak sombong, seolah rumah itu milik anaknya atau saudaranya." Atau, "Oh, dia juga tidak membantu di dapur saat aku ada di sana." Atau, "Oh, suami si anu itu kaya tapi tidak mengeluarkan uang untuk istrinya, dan ibunya membencinya." Selalu saja "dia lakukan ini, dia lakukan itu." URUS SAJA URUSANMU SENDIRI DAN KELUARGAMU. INI DOSA BESAR. Kalau sesuatu benar-benar menyakitimu, pergi dan bicaralah dengan orangnya. Kalau kamu tidak bisa melakukannya, ya tutup saja mulutmu. Poin lain yang super penting: Jangan jadi orang yang bilang, "Oh, orang ini tidak membantuku, jadi kenapa aku harus menolongnya? Oh, mereka jahat, jadi kenapa aku harus baik?" Kamu tidak melakukan amal baik untuk *kepentingan mereka*. Kamu melakukannya demi Allah SWT. Dan aku yakin Allah akan memberimu pahala besar karenanya. Dia tidak membantumu? Maka *kamu* bantu dia. Dia membicarakanmu buruk? *Kamu* bicarakan dia dengan baik. Dia tidak mengunjungimu? Maka *kamu* yang pergi mengunjunginya. Dunia ini cuma persinggahan sementara. Tolong, mari kita semua jadi lebih baik. Dan maafkan aku kalau kata-kataku keluar agak kasar. Semoga Allah SWT membimbing kita dan menolong kita semua. Aamiin.