saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengelola Perasaan tentang Pernikahan sebagai Gadis Muslim Muda

Assalamu'alaikum. Aku seorang gadis Muslim berusia 17 tahun yang selalu bersekolah di sekolah khusus perempuan sampai baru-baru ini, ketika aku memulai dua tahun terakhir di lingkungan sekolah campur. Jujur saja, aku tidak pernah merasa terlalu tertarik pada laki-laki atau mengalami rasa suka seperti yang sering dibicarakan teman-temanku. Seiring pembicaraan tentang pernikahan menjadi lebih sering seiring bertambahnya usiaku, aku merasa sangat cemas memikirkannya. Gagasan tentang keintiman tidak menarik bagiku, dan aku khawatir tidak bisa memenuhi harapan seorang suami dalam hal itu. Keluargaku sesekali menyebutkan tentang pernikahan, dan itu membuatku tidak nyaman-aku tidak bisa membayangkan membuka perasaan ini kepada mereka. Aku juga pernah mendengar penafsiran tentang kewajiban dalam pernikahan yang tidak berkenan di hatiku, dan aku percaya suatu hubungan harus didasarkan pada saling menghormati. Nasihat apa pun tentang bagaimana menghadapi ini akan sangat kuhargai, insya Allah.

+28

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku sepenuhnya paham ketidaknyamananmu. Tidak apa-apa untuk tidak memiliki naksiran dan menginginkan hubungan yang dibangun dari rasa saling menghormati. Semoga Allah memudahkan urusanmu. Jangan terburu-buru dalam hal apa pun yang belum kau siap jalani.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Perasaanmu sangat valid. Banyak dari kita juga mengalami kecemasan ini. Ingat, pernikahan jauh lebih penting daripada hanya intimasi saja. Pasangan yang baik akan memahami dan menghormati tempo kamu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar