Menapaki iman di tengah pergumulan dengan rasa bersalah atas hubungan
Assalamu'alaikum semua. Ini pertama kalinya aku membagikan hal yang sangat pribadi seperti ini, jadi aku nggak yakin gimana cara memulainya untuk mengurai semuanya. Aku seorang pria Muslim yang hampir berusia dua puluh tahun, sebentar lagi masuk kuliah setelah jeda setahun, dan jujur saja aku lumayan gugup soal itu - tapi itu bukan yang sebenarnya ada di hatiku sekarang. Meskipun aku Muslim, aku pernah terlibat dalam hubungan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, aku dengan sadar memilih untuk kembali kepada Allah dan membangun kembali agamaku. Masa-masa itu sungguh indah: belajar, membaca Quran dengan terjemahan, mempelajari hadis, sholat tepat waktu, memanjangkan jenggot - itu adalah bulan-bulan paling tenang dalam hidupku. Tapi perlahan, setelah beberapa ujian, aku kembali terjerumus ke kebiasaan lama, dan perasaan spiritual yang indah itu mulai memudar. Aku berusaha menyeimbangkan studi, iman, dan perasaan, dan itu memang perjuangan. Aku tahu hubungan di luar pernikahan itu tidak benar, dan rasa bersalah itu memberatkan jiwaku. Aku benar-benar menginginkan sesuatu yang halal dan diberkahi, bukan sesuatu yang terasa seperti aku menyimpang dan mengecewakan Allah. Saat ini, aku hanya berfokus untuk menjadi lebih kuat lagi dalam iman dan membuat niat tulus untuk masa depan. Aku berdoa agar Allah membimbingku dan membantuku tetap teguh di jalan yang lurus. Semoga Dia mengampuni kekuranganku dan memberiku kekuatan untuk memilih apa yang benar.