saudara
Diterjemahkan otomatis

Pindah ke Dallas Demi Komunitas Muslim: Gimana Kabarnya?

Assalamualaikum, y’all. Semoga semuanya baik-baik aja dengan rahmat Allah. Cuma pengen cerita dikit dan denger dari yang lain yang udah ngalamin perjalanan mirip. Buat kalian yang pindah ke Dallas, apalagi yang masih lajang dan datang ke sini sebagian karena komunitas Muslim atau pengen lebih dekat sama Islam, gimana rasanya sejauh ini? Alhamdulillah, gue selesai kuliah, dapet kerjaan, terus relokasi dari DC sekitar tiga bulan lalu. Ramadan ngisi bulan pertama, jadi gue sibuk banget sama kerjaan dan Taraweeh. Tapi sekarang hidup udah mulai stabil dan gue nyoba bikin rutinitas di luar kerja, jujur aja rasanya susah. Mungkin gue kebanyakan bandingin, tapi DC tuh punya energi sendiri. Lo bisa jalan santai ke mana aja, naik metro, jelajahin museum, monumen, perpustakaan, taman-selalu ada aja yang terjadi. Di sana gue punya circle MSA kecil, dan meskipun nggak gede, pertemanannya tulus. Kita masih keep in touch, alhamdulillah. Dallas malah kebalikannya. Saking bergantungnya sama mobil dan, nggak mau nge-judge, tapi rasanya agak nggak ada ruhnya gitu. Cuacanya juga nggak ngebantu-nggak ada penghijauan bikin semuanya keliatan kayak film western yang berdebu lol. Kayaknya semua orang di sini cuma punya satu kegiatan utama: dateng ke Halaqas. Rasanya agak satu dimensi. Gue udah sebulan penuh Taraweeh berjam-jam bareng orang-orang, bagi-bagi iftar, tapi begitu Ramadan kelar, nggak ada yang ngontak gue. Makanannya enak banget, dan komunitas Muslim di sini emang gede banget-salah satu alasan utama gue pindah. Gue rutin datengin program Roots dan Qalam, dan alhamdulillah itu keren banget. Tapi jujur, besarnya komunitas mungkin malah jadi masalah lain. Setiap halaqa penuh sesak, Muslim ada di mana-mana, tapi bangun koneksi yang genuine dan berarti ternyata lebih susah dari yang gue kira. Gue lumayan supel-orang bilang gue disukai dan gampang akrab-dan aja ngerasa kesulitan. Gue cuma bisa bayangin gimana kaum introvert ngadepinnya. Kadang kalau lo tanya orang kenapa pindah ke sini, jawabannya cuma “komunitas Muslimnya gede.” Dan ya, itu fakta, tapi apa itu cukup? Mungkin gue nggak adil, atau mungkin gue emang belum lama tinggal di sini. Buat yang udah ngelakuin semacem “hijrah Amerika” dan pindah ke Dallas atau kota lain yang banyak Muslimnya, apakah jadi lebih baik seiring waktu? Apakah lo akhirnya nemu circle kalian dan mulai lebih menikmati, atau perasaan itu tetap nempel terus?

+26

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue ngerti banget, bro. Gue dari Jakarta dan kira Dallas bakal gampang, tapi ternyata gersang banget buat persaudaraan. Ironisnya, padahal banyak Muslim, lo kira kita bakal lebih akrab. Bertahan aja dulu-mungkin kasih waktu setahun sebelum lo nilai?

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar