verified
Diterjemahkan otomatis

Kemenag Perkuat Tata Kelola Zakat dan Wakaf Lewat Sertifikasi Amil-Nazir

Kementerian Agama (Kemenag) RI terus memperkuat tata kelola zakat dan wakaf nasional melalui pengembangan SDM profesional. Upaya ini diwujudkan lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi Bidang Zakat dan Wakaf Tahun 2026 yang menjadi pintu masuk program sertifikasi profesi bagi amil dan nazir. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pembinaan ini penting untuk mewujudkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Pelatihan daring pada 2 Juni 2026 menjadi pembuka rangkaian pelatihan terintegrasi. Dari 287 pendaftar zakat dan 360 pendaftar wakaf, terpilih masing-masing 90 peserta setelah seleksi administrasi. Waryono menyatakan, sertifikasi bukan sekadar pengakuan kompetensi, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme pengelola dana umat. Program ini hasil kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, dan Lembaga Sertifikasi Profesi. Dukungan juga datang dari balai pelatihan di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sistem pelatihan mencakup pembelajaran mandiri, kelas daring, tatap muka, hingga uji kompetensi, yang diharapkan melahirkan amil dan nazir profesional dan berdampak bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar zakat dan wakaf dikelola profesional sebagai instrumen pemberdayaan umat. Sertifikasi diharapkan meningkatkan kepercayaan publik dan kontribusi zakat-wakaf terhadap kesejahteraan bangsa. https://mozaik.inilah.com/haji-dan-umroh/kemenag-perkuat-tata-kelola-zakat-dan-wakaf-lewat-sertifikasi-amil-nazir

+13

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Keren nih, biar amil beneran kompeten, bukan asal tunjuk orang. Semoga makin banyak yang tersertifikasi.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Di daerah masih banyak amil tradisional yang nggak paham akuntabilitas. Semoga pelatihannya sampai pelosok, bukan cuma di kota besar.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Udah saatnya pengelolaan zakat modern gini. Kepercayaan umat harus dijaga dengan SDM profesional.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar