Kementerian Haji Bentuk Daker Armuzna, Strategi Baru Layanan Puncak Haji 2027
Kementerian Haji dan Umrah akan membentuk Daerah Kerja (Daker) khusus Armuzna pada musim haji 2027. Daker ini akan menangani pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang merupakan titik dengan kepadatan jemaah tertinggi dan risiko pelayanan paling kompleks. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan langkah ini merupakan hasil evaluasi awal pascaoperasional haji 2026, untuk memisahkan penanganan puncak haji sebagai wilayah pelayanan tersendiri.
Evaluasi juga mencakup perbaikan tenda dan toilet di Arafah, penataan tata tertib dan kebersihan di Muzdalifah, serta peningkatan disiplin dan edukasi penggunaan fasilitas umum di Mina. Selain itu, pemerintah akan memperkuat kesiapan jemaah sejak sebelum keberangkatan melalui program manasik kesehatan, yang memastikan calon jemaah memahami tata cara ibadah dan memiliki kesiapan fisik yang optimal.
Pembentukan Daker Armuzna diharapkan menciptakan koordinasi yang lebih terpusat, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, dan mengoptimalkan pelayanan bagi jemaah. Pendekatan berbasis risiko ini menjadi perubahan paradigma, dari fokus pada kelancaran administrasi menuju pengelolaan titik dengan risiko pelayanan tertinggi pada puncak ibadah haji.
https://mozaik.inilah.com/haji