PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Penahanan Kapal Bantuan Gaza Global Sumud Flotilla oleh Israel
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam tindakan Israel yang menahan kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional. Dalam pernyataannya pada Kamis di Kuala Lumpur, Anwar menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran hukum maritim dan menyerupai perompakan, dengan sedikitnya 22 kapal GSF yang dibajak, termasuk enam kapal yang melibatkan 10 warga negara Malaysia.
PM Anwar mendesak tindakan segera untuk menjamin keselamatan seluruh aktivis yang ditahan, termasuk 10 warga Malaysia, dan menegaskan bahwa komunikasi mereka terputus. Pemerintah Malaysia dikatakan tengah bekerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mempercepat pembebasan para aktivis, dengan menekankan prinsip belas kasih dan kemanusiaan.
Sementara itu, tidak ada warga negara Indonesia dalam armada GSF yang dibajak pada 29 April 2026. Dua aktivis Indonesia, Maimon Herawati dan Chiki Fawzi dari Global Peace Convoy, berada di Istanbul, Turki, untuk mempersiapkan partisipasi tambahan dalam pelayaran lanjutan, dengan sekitar enam relawan Indonesia lainnya yang akan menyusul.
https://www.harianaceh.co.id/2