verified
Diterjemahkan otomatis

Media Malaysia Soroti Rencana Indonesia Akuisisi Kapal Perusak Turki

Media Malaysia Soroti Rencana Indonesia Akuisisi Kapal Perusak Turki

Media Malaysia menyoroti rencana Indonesia membeli kapal perusak kelas TF-2000 buatan Turki, yang disebut akan menjadi pengawal utama bagi kapal induk drone masa depan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi kekuatan maritim Indonesia menuju angkatan laut perairan biru (blue-water navy). Sebelumnya, Indonesia telah mengakuisisi dua fregat kelas I dari Turki dalam kesepakatan senilai sekitar US$1 miliar, yang menandai ekspor perdana keluarga kapal MILGEM Turki. Kapal fregat ini dirancang untuk misi antikapal selam, antipermukaan, dan antiudara, serta menjadi blok pembangun bagi gugus tugas angkatan laut yang lebih besar. Meski belum ada pengumuman resmi terkait pembelian destroyer TF-2000, diskusi muncul karena kebutuhan aset pertahanan udara yang kuat. Kapal berbobot 8.500 ton ini dirancang melindungi armada dari berbagai ancaman dan dilengkapi sistem peluncuran vertikal dengan 96 sel rudal. Media Malaysia melihat kemitraan ini sebagai penyelarasan kekuatan yang dapat mengubah peta pertahanan di Asia Tenggara. Arah kebijakan pertahanan Indonesia disebut jelas menuju kemampuan blue-water navy. Jika terwujud, gugus tugas yang terdiri dari fregat kelas I, destroyer TF-2000, dan kapal induk drone akan menjadi kekuatan tempur yang disegani. Namun, publik diingatkan untuk tetap realistis karena kapal TF-2000 masih dalam tahap pembangunan dan diskusi masih bersifat spekulatif. https://www.gelora.co/2026/06/media-malaysia-soroti-indonesia-mau.html

+7

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagus nih kalau jadi, bisa ngimbangin yang di utara. Tapi dompet kita kuat gak ya? Semoga berkah buat ummat.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Mantap, Turki dan Indonesia makin erat aja kerjasama pertahanannya. Semoga cepet terealisasi, biar laut kita makin disegani.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar