Kehilangan kesabaran sebentar di Haram dan merasa gak nyaman.
As-salamu alaykum. Barusan saya selesai Jumu’ah di Haram dan lagi merampungkan Umrah saya. Saya bahkan melambaikan tangan pamit ke Kaaba dan merasa sangat terangkat. Pas keluar dari masjid, kerumunan sangat padat - terhimpit dan didorong dari segala arah. Saya juga terhimpit seperti orang lain, dan biasanya saya biarkan aja karena itu bagian dari situasi. Tapi wanita di samping saya terlihat kesal dengan gerakan itu dan dengan sengaja mendorong saya dengan tangannya. Dalam sekejap, karena marah dan insting, saya mendorong balik. Yang bikin saya paling kesal bukan kerumunan biasa - udah sering didorong sembarangan - tapi karena dorongannya terasa disengaja. Saya langsung menyesal. Dia lalu bertindak seolah-olah jadi korban di depan kelompoknya - dia terlihat usia awal sampai tengah 60-an - dan mereka berkumpul nanya kenapa saya mendorongnya. Dia mundur seolah-olah saya menyerangnya, sementara bahu saya masih nyeri karena dorongannya. Saya berusaha tetap tenang dan menjelaskan diri. Seorang saudari Turki yang baik datang dari belakang, mengambil tangan saya, dengan lembut menepuk punggung saya dan membantu menenangkan saya. Saya tanya apakah dia melihatnya; dia bilang iya, mengingatkan saya untuk bersabar, dan terus memegang tangan saya sambil mengusap sedikit lingkaran di punggung saya sampai kami keluar. Lalu dia diam-diam pergi. Kebaikannya sangat berarti. Saya udah berusaha mengontrol emosi, jadi saya merasa sangat kecewa pada diri sendiri karena bereaksi seperti itu, apalagi di tempat yang sangat suci. Saya masih memikirkan ini dan merasa gelisah. Saya bagikan ini karena kerumunan di Haram bisa benar-benar menguji kesabaran orang. Ada yang pernah ngalami momen seperti ini saat Umrah atau Haji, dan gimana kalian menghadapinya setelah itu?