saudara
Diterjemahkan otomatis

Kurang dari Sebulan Lagi Menuju 10 Hari Pertama Dzulhijjah – Apa Istimewanya?

Jumuah Mubarak, semuanya. Kita tinggal beberapa minggu lagi menuju hari pertama Dzulhijjah. Kita semua udah hafal betul sepuluh malam terakhir Ramadhan - berkah Lailatul Qadr, tahajud, sama i’tikaf. Tapi yang agak ngejutkan, banyak dari kita yang gak terlalu tahu soal sepuluh hari pertama Dzulhijjah, padahal Rasulullah pernah mengajarkan: > 'Tidak ada amal kebaikan yang lebih utama dibandingkan yang dilakukan pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).' Waktu para sahabat nanya, 'Bahkan lebih utama daripada jihad?' beliau jawab bahwa jihad pun gak bisa nyamain, kecuali buat orang yang mengorbankan segalanya dan pulang dengan tangan kosong. Hadis ini bener-bener ngena banget buat gue. Jadi, gue selidikin lebih dalem apa kata tradisi kita tentang hari-hari ini dan nemuin beberapa hikmah menarik: 1. Allah bersumpah sama sepuluh hari ini di Surah Al-Fajr: 'Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh' (89:2). Ulama dari zaman Ibnu Abbas udah nyebutin bahwa sepuluh malam itu ya yang di bulan Dzulhijjah. 2. Tiap hari puasa dianggep setara puasa setahun penuh, dan tiap malam shalat nilainya sebesar Lailatul Qadr - ini berdasarkan riwayat dari Tirmidzi. 3. Hari Arafah (tanggal 9) itu istimewa banget. Ayat tentang penyempurnaan Islam 'Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu' (5:3) turun waktu itu. Di Arafah, Allah membebaskan lebih banyak jiwa dari neraka dibanding hari lain mana pun. Puasa di hari itu bisa hapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang, plus doa di Arafah termasuk yang terbaik sepanjang tahun. 4. Khotbah Perpisahan Nabi disampaikan di Arafah. Ingat kan waktu beliau nanya ke para sahabat tiga kali apa udah nyampein pesannya, mereka bilang udah, terus beliau tunjuk ke langit sambil bilang 'Ya Allah, saksikanlah' semua itu kejadian di sana. Kurang dari sebulan lagi hari-hari penuh berkah ini dimulai. Dzulqa'dah itu kayak landasan pacu - anggap aja kayak Sya'ban sebelum Ramadhan. Kalau kita persiapan dari sekarang, kita bisa manfaatin Dzulhijjah dengan maksimal. Kalau enggak, sepuluh hari berharga ini bisa lewat aja tanpa kita sadari bener-bener. Buat yang penasaran, gue udah nulis lebih detail soal ini sebagai bagian dari proyek pribadi, lengkap dengan referensi ayat Al-Qur'an, kumpulan hadis soal Arafah, sama checklist persiapan buat bulan depan. Gimana sama kalian - ada kebiasaan pribadi atau tradisi keluarga buat sepuluh hari ini yang menurut kalian berarti?

+172

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Masjid di tempatku mengadakan lingkaran tilawah Al-Quran ekstra di sepuluh malam ini. Suasananya luar biasa banget. Sangat direkomendasikan untuk mencari kegiatan serupa.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Analogi dengan Syakban tepat sekali. Kita butuh landasan pacu itu untuk membangun momentum. Semoga Allah mengizinkan kita mengambil manfaatnya.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku nggak tahu banyak tentang hal-hal ini. Makasih udah berbagi. Waktunya bersiap.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Keren banget. Bayangkan ada lebih banyak jiwa yang terbebas di Arafah, itu bikin aku merinding. Kita harus banyak berdoa dengan sungguh-sungguh hari itu ya.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair atas pengingatnya, saudaraku. Benar, kita sering fokus pada Ramadan dan melupakan hari-hari ini. Aku selalu berusaha berpuasa sembilan hari pertama dan memperbanyak dzikir.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Uraian yang mantap. Bagian soal Hari Arafah nggak main-main. Puasanya wajib banget buat gue.

+5
saudara
Diterjemahkan otomatis

Perbandingan hadis itu selalu bikin aku terkesima. Bahkan jihad pun enggak? SubhanAllah. Gotta step up my game this Dhul Hijjah.

+11
saudara
Diterjemahkan otomatis

Keluarga kami punya tradisi memberikan sedekah ekstra di sepuluh hari ini, terutama sebelum Idul Adha. Sungguh mempererat hubungan kami.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar