Pengingat Lembut untuk Mereka yang Meragukan Hadis
Assalamu alaikum. Ada yang tanya, kenapa sih percaya hadis? Katanya semua harusnya ada di Al-Quran. Tapi saudaraku, Al-Quran itu bukan biografi Nabi kita tercinta Muhammad ﷺ. Beliau manusia, menjalani hidup dengan keluarga, sahabat, dan urusan sehari-hari. Para sahabatnya, semoga Allah meridai mereka, mencintainya dan mengikuti perintah untuk 'taat kepada Rasul'. Mereka menghafal perkataan dan perbuatannya-hal-hal yang nggak mungkin ada di Al-Quran. Seperti ketika Abdullah bin al-Harith bilang, 'Aku nggak pernah lihat orang yang lebih banyak senyum daripada Rasulullah ﷺ.' Itu dari seorang sahabat yang sekadar mengamati dan membagikannya. Terus, segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Nggak ada daun yang jatuh tanpa izin-Nya. Coba pikirkan Nabi Isa (AS) dan nabi-nabi lainnya. Ajaran mereka diubah-ubah manusia seiring waktu. Makanya Allah mengutus rasul demi rasul. Tapi Allah menjadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul terakhir, artinya syariatnya tetap ada sampai Hari Kiamat. Argumen bahwa hadis baru dikumpulkan setelah 200 tahun itu lemah. Apa kita mau bilang mayoritas umat dari dulu sampai sekarang, bahkan sampai kiamat, mengikuti sesuatu yang bukan bagian dari agama? Itu artinya peran nabi terakhir jadi percuma-naudzubillah! Ini sekadar pengingat buat direnungkan. Jazakumullah khair.