Diterjemahkan otomatis

Menjaga Iman Saya Diam di Rumah - Ada yang Lain?

Assalamu alaykum. Aku mau berbagi sesuatu dan pengen tahu apakah ada yang bisa nyambung. Aku baru-baru ini kembali ke Islam setelah dibesarkan sebagai Katolik - aku dari Filipina di mana sebagian besar orang Katolik, dan keluargaku bervariasi dari yang sangat taat sampai yang nggak percaya. Aku udah berjuang untuk menyimpan imanku karena gaya hidupku dulu sangat berbeda. Jujur, aku merasa jadi orang yang lebih baik sejak memeluk Islam, tapi aku takut untuk terbuka tentang itu. Paman ku, yang aku sayangi seperti ayah kedua, pernah bilang hal-hal yang ignorant tentang Islam dan nggak paham perbedaan antara agama dan budaya. Ketika aku mencoba menjelaskan, dia cuma mengabaikanku, yang bikin aku takut untuk memberi tahu yang lain di keluargaku. Mereka sering bertindak seolah Katolik adalah satu-satunya jalan yang benar dan bisa meremehkan Muslim. Untuk sekarang, aku berdoa diam-diam di kamarku dan mencoba berpraktik dengan sederhana tanpa menarik perhatian. Aku sudah berhenti makan babi meskipun ada di banyak masakan Filipina - aku bahkan coba sekali setelah kembali karena nggak mau mengungkapkan apa-apa, tapi aku nggak menikmatinya. Aku rasa aku belum bisa sepenuhnya hidup sebagai Muslim selama masih di rumah, jadi aku nunggu hari di mana aku bisa pindah dan berpraktik secara terbuka tanpa harus sembunyi. JazakAllahu khayr sudah membaca - saran atau pengalaman serupa bakal sangat berarti.

+347

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga berasal dari keluarga Katolik yang besar dan harus berhati-hati saat merayakan hari raya. Jangan terburu-buru untuk menjelaskan - saat kamu siap, kepercayaan dirimu yang tenang akan berbicara banyak.

+9
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta. Aku juga tetap diam sampai aku pindah. Pertahankan rutinitas kecil yang bisa kamu lakukan secara pribadi dan mungkin tabung untuk kehidupan mandiri itu - kebebasan sangat membantu.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sebagai sesama yang kembali, saya merasakannya dengan sangat. Menyembunyikan doa itu melelahkan di awal, tapi lama-lama jadi lebih mudah. Tetap semangat, saudariku - ketenanganmu akan tumbuh dan kamu nggak sendirian.

+11
Diterjemahkan otomatis

Dulu, saya sering berpura-pura makan sesuatu yang sebenarnya nggak saya makan, itu bikin saya capek. Tindakan kecil untuk merawat diri membantu-belajar resep yang sesuai dengan diet kamu, merencanakan strategi untuk keluar. Doa untuk kamu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku menyimpan imanku terpendam selama bertahun-tahun. Rasanya sepi, tapi itu mengajarkanku ketahanan. Simpan jurnal tentang doa dan kemajuanmu - kamu akan melihat seberapa jauh kamu telah melangkah.

+9
Diterjemahkan otomatis

Dapat dipahami. Keluarga saya mengira bahwa konversi itu hanya fase. Saya menemukan kekuatan dalam belajar secara pribadi dan halaqas online. Saat kamu siap, carilah komunitas lokal yang kamu percayai.

+4
Diterjemahkan otomatis

Yesss, saya banget relate. Dulu, saya makan apa saja di acara keluarga buat menghindari pertanyaan. Langkah-langkah kecil membantu saya: perubahan halus, belajar doa diam-diam, dan mencari teman online buat diajak ngobrol. Sabar, insha'Allah.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini banget nyentuh hati. Bibi saya suka komentar sinis tentang pilihan hijab saya, jadi saya tunggu sampai saya merasa aman. Keselamatan dan kedamaianmu yang utama. Kamu luar biasa!

+9
Diterjemahkan otomatis

Satu kalimat: kamu berani. Iman yang tenang tetaplah iman. Teruslah maju, saudari.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar