verified
Diterjemahkan otomatis

Ceramah Jusuf Kalla di UGM Jadi Sorotan, Pernyataan Soal Konflik Poso-Ambon Picu Polemik

Ceramah Jusuf Kalla di UGM Jadi Sorotan, Pernyataan Soal Konflik Poso-Ambon Picu Polemik

Ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar' di Masjid UGM menjadi sorotan setelah potongan video viral di media sosial. Polemik terutama dipicu oleh pernyataan JK yang membahas konflik Poso dan Ambon serta penggunaan narasi agama, termasuk istilah 'mati syahid', oleh pihak-pihak yang bertikai. Dalam ceramahnya, JK menekankan perdamaian sebagai amal tertinggi, mengutip hadis Rasulullah tentang kemuliaan mendamaikan pihak berselisih. Ia menjelaskan bahwa konflik di Indonesia, seperti Poso dan Ambon, berakar dari ketidakadilan dan berkembang dengan penggunaan narasi agama untuk membenarkan kekerasan, di mana kedua pihak pernah memiliki keyakinan keliru mengenai surga. Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan bahwa pernyataan tersebut menggambarkan realitas sosiologis saat konflik, bukan pendapat pribadi, dan JK mengingatkan bahwa tidak ada agama membenarkan pembunuhan sebagai jalan menuju surga. JK juga menyoroti peran Indonesia dalam perdamaian dunia, merujuk pada kewajiban konstitusional dan diplomasi masa lalu seperti Konferensi Asia Afrika. Ceramah ini dimaksudkan sebagai pembelajaran dari pengalaman penyelesaian konflik, dengan pendekatan meluruskan pemahaman keliru di kedua pihak. Polemik yang muncul dinilai berasal dari potongan pernyataan yang tidak utuh dan keluar dari konteks. https://www.gelora.co/2026/04/viral-ceramah-jusuf-kalla-di-ugm.html

+16

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Poin utamanya kan perdamaian itu mulia, setuju banget. Konflik agama emang kompleks.

0
Diterjemahkan otomatis

Perlu didengar lengkap, beliau kan punya pengalaman langsung jadi penengah perdamaian. Jangan asal potong videonya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar