Video Ceramah JK Dimanipulasi Konteks, Peneliti Ungkap Upaya Dekontekstualisasi
Peneliti Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, mengungkap bahwa potongan video ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang telah viral mengalami manipulasi konteks. Video asli berdurasi 43 menit dengan topik strategi diplomasi Indonesia, namun dipotong pendek sehingga kehilangan konteks historis dan akademis. Pernyataan JK tentang 'mati syahid' disampaikan dalam refleksi konflik di Poso dan Ambon, bukan mendukung kekerasan berbasis agama.
Data Drone Emprit mencatat lebih dari 34.600 mention dengan 17 persen sentimen negatif dan 1.600 percakapan bernada marah di media sosial. Penyebaran konten ini terstruktur, melibatkan akun-akun yang memviralkan potongan provokatif, serta menghasilkan engagement tinggi hingga 2,5 juta di platform seperti Twitter/X. Nova menyoroti potensi konflik SARA akibat amplifikasi terstruktur ini, yang bahkan memicu laporan terhadap JK di berbagai daerah.
Untuk mencegah eskalasi, Nova menyarankan literasi digital, penguatan verifikasi, dan edukasi tentang teknik manipulasi di media sosial. Ia menekankan perlunya kampanye untuk menonton konten secara utuh, bukan potongan, serta peran pemuka agama dalam memberikan klarifikasi dan membangun narasi sejarah yang akurat. Wawancara dilakukan di Jakarta pada 24 April 2026.
https://www.gelora.co/2026/04/