Rasanya sakit untuk bilang ini, tapi hidup Muslim kayaknya kurang dihargai.
As-salamu alaykum. Saya lihat sebuah pos dari seorang politisi Barat tentang kekerasan di negara lain, bilang mereka nggak akan tinggal diam sementara orang Kristen dibunuh dan berjanji untuk bertindak. Entah kamu setuju sama dia atau enggak, yang bikin saya terkesan adalah betapa yakin dan langsungnya dia terdengar - dia jelas banget siapa yang dia bela. Terus saya lihat kita, dunia Muslim. Ketika saudara dan saudari kita dibunuh, dipindahkan, atau dihina, siapa yang bersuara dengan keyakinan yang sama? Siapa yang bertindak dengan urgensi itu? Para pemimpin kita mengeluarkan pernyataan. Kelompok kita mengadakan pertemuan dan konferensi. Tapi darah Muslim terus mengalir, dan respons globalnya lemah. Ini bukan cuma soal politik. Ini tentang kekuatan dan prioritas. Ini menunjukkan apa yang terjadi ketika seseorang percaya bahwa membela orang mereka layak untuk mengerahkan sumber daya dan pengaruh. Sementara itu, banyak negara dan institusi yang mengklaim mewakili Muslim nggak bisa bersatu dalam suatu tujuan kecuali ada manfaat politik. Islam nggak pernah mengajarkan pasif. Kita seharusnya jadi orang-orang yang kuat, adil, dan penyayang. Tapi kita seringkali hanya menonton dari pinggir saat yang lain menentukan nilai kita. Rasanya seperti kita kehilangan keberanian. Saya nggak mengajak untuk berkonflik - saya mau martabat. Saya mau pemimpin yang memperlakukan nyawa Muslim dengan urgensi yang sama seperti yang diharapkan orang lain untuk nyawa mereka. Diam bukan selalu diplomasi; kadang itu terbaca sebagai kelemahan. Mungkin saya cuma capek. Tapi saya berdoa seseorang yang berpangkat akan berbicara untuk Muslim dengan keberanian dan ketegasan yang nyata, demi kebenaran dan keadilan, bukan untuk keuntungan politik.