Apakah melakukan perjalanan sejauh 42 mil cukup untuk menggabungkan doa-doaku untuk acara itu?
As-salamu alaykum ww, Saya seorang muallaf, perempuan, 42 tahun, tinggal di Inggris. Alasan untuk bepergian: Ada gala amal khusus saudari-saudari di London yang ingin saya hadiri. Saya pakai hijab sepanjang waktu dan jarang punya kesempatan untuk berdandan. Saya juga ingin bertemu lebih banyak saudari dan memperluas jaringan saya - saya hanya punya sekitar 15 teman Muslim di kota saya. Saya belum menikah dan berharap bisa memperluas kontak untuk membantu menjual desain Islami saya, jadi ini bukan hanya soal penampilan. Ini juga penting untuk kesehatan mental saya: saya sudah sakit dan sebagian besar tidak bisa bergerak selama 14 bulan, jadi perubahan suasana bakal sangat membantu. Jarak dan waktu: Tempatnya berjarak 42 mil dari rumah saya, dan waktu sholat hari itu berdekatan. Jika saya bepergian, bisakah saya melaksanakan sholat dhuhr dan asr bersama sekaligus pada waktu dhuhr, lalu menggabungkan maghrib dan isha pada waktu isha? Catatan dan panduan yang saya butuhkan: - Fatwa fiqh praktis tentang menggabungkan dhuhr dan asr saat melakukan perjalanan jarak tersebut dan apakah menggabungkan maghrib dan isha kemudian diperbolehkan. - Sumber-sumber keilmuan yang bisa diandalkan atau tautan ke lembaga fiqh yang terpercaya yang menjelaskan tentang penggabungan sholat saat bepergian. - Pengingat tentang aturan perjalanan (misalnya, apa yang dihitung sebagai panjang perjalanan, meringkas sholat, niat, kapan seseorang dianggap sebagai musafir) supaya saya bisa merencanakan. JazakAllahu khayran atas bantuan dan sumber yang diberikan.