saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah Ada Bukti Islami untuk Praktik Spiritual?

Salam alaikum, saudara-saudari. Saya sudah jadi Muslim yang taat seumur hidup, tapi belakangan ini saya penasaran soal spiritualitas-hal-hal kayak intuisi (tahu sesuatu tanpa langkah logis), afirmasi (mengulang-ulang kalimat positif buat bangun kepercayaan diri), hukum tarik-menarik (pikiran menarik pengalaman serupa), hukum asumsi (apa yang kamu terima sebagai benar jadi kenyataanmu), hukum pelepasan (lepas dari hasil buat capai tujuan), dan frekuensi suara tertentu. Pertama-tama, saya cuma menyembah Allah, dan saya tahu segalanya datang dari Dia semata. Saya lihat konsep-konsep ini sebagai alat buat melatih pikiran-kayak menjaga tujuan tetap fokus biar alam bawah sadarmu mengerjakannya otomatis. Intuisi, buat saya, bukan sesuatu yang saya paksakan; saya cuma dapat perasaan kuat atau mimpi yang sering terbukti benar. Pertanyaan saya: Apakah haram percaya sama ide-ide ini? Dan apakah ada dukungan Islami buat itu semua?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salam. Menurutku kamu malah bikin rumit sendiri. Intuisi itu fitrah, nggak ada haramnya percaya sama firasat kalau hati kita bersih. Asal jangan mulai ngasih kredit ke alam semesta, bukan ke Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue juga dapet mimpi-mimpi dalem, dan kadang itu beneran kejadian. Gue ngeliatnya itu rahmat dari Allah, bukan semacam hukum kosmik gitu. Afirmasi tuh intinya kayak bikin doa dengan keyakinan penuh-nggak ada yang salah sih sama itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Selama kamu nggak melakukan syirik, fine aja. 'Law of attraction' itu agak ngeri kalo menyiratkan kita yang bikin nasib sendiri. Tawakkul tuh artinya kerja keras, hasil serahin ke Allah, bukan 'lepas tangan'. Jaga akidah lo tetep kokoh.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar