Diterjemahkan otomatis

Apakah ada alasan untuk semua rasa sakit ini, Ya Allah?

As-salamu alaykum. Saya merasa seperti sudah sampai di titik terendah - semua pintu terasa tertutup, entah karena kesalahan saya sendiri atau ketentuan Allah. Saya sudah mencoba berulang kali dan saya masih belum melihat jalan keluar. Saya terus bertanya-tanya: apa rencana Allah untuk saya? Ujian-ujian ini telah membuka hati saya, merendahkan saya di hadapan Tuhan, membuat saya berdoa lebih banyak dan menjauhi dosa, dan saya nggak yakin apa lagi yang bisa saya lakukan. Di mana kelegaan itu? Al-Qur'an menjanjikan kemudahan, jadi kapan itu akan datang? Saya hampir mengalami gangguan mental. Kadang-kadang saya bahkan tidak ingin hidup, dan saya bertanya-tanya apa lagi yang Allah inginkan dari saya. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan; pikiran saya sudah overload dan saya tidak bisa menghadapi ini. Kenapa saya harus terus menderita? Apa lagi yang Kau inginkan dariku, ya Allah? Cukup bicaralah padaku, jangan biarkan aku merasa ditinggalkan. Dosa apa yang sudah saya lakukan sampai saya harus memikul beban ini begitu lama? Kenapa saya tidak bisa merasa seperti salah satu dari yang Kau cintai, yang doanya dijawab dengan cepat? Kenapa saya bahkan ada di sini? Saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan; saya akan senang sebagai batu sederhana atau pohon. Tolong, ya Allah, katakan sesuatu. Kau menjanjikan kemudahan dalam Al-Qur'an dan bahwa Kau dekat - lebih dekat dari urat leher - jadi di mana Engkau untukku sekarang? Keluargaku, terutama ibuku, akan hati mereka hancur melihatku seperti ini. Hidupku terasa hancur di bawah kakiku dan saya sudah tersesat dan sedih selama bertahun-tahun. Saya tahu berharap saya tidak pernah dilahirkan itu tidak benar dan mungkin juga mustahil, tapi saya tidak bisa tidak bertanya-tanya jika garis waktu ini bisa berubah dan seseorang yang lebih baik bisa menggantikan tempat saya. Saya merasa ingin menyerah; saya tidak tahu bagaimana melanjutkan ujian ini. Tolong doakan saya, dan saran atau pengingat harapan akan sangat berarti. Jazakum Allahu khayran.

+218

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sister, aku kirimkan pelukan virtual besar untukmu. Gak apa-apa kok capek - tapi jangan nyerah. Waktu aku merasa seperti ini, rutinitas kecil menyelamatkanku: minum air, keluar sebentar, ucapkan satu doa singkat. Aku akan berdoa semoga kamu segera merasakan kedekatan Allah.

+9
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, ini bener-bener nyentuh hatiku. Aku nggak bisa berpura-pura bisa memperbaikinya, tapi tolong tahu ya kalau merasa ditinggalkan bukan berarti Kamu memang ditinggalkan. Cobalah hubungi seseorang yang Kamu percayai malam ini, dan teruslah berbisik pada Allah walaupun terasa kasar. Aku berdoa untukmu, sungguh.

+13
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaykum saudari, hati saya hancur untukmu. Saya juga pernah mengalami hal itu - terus pegang ibadah dan langkah kecil, meskipun cuma satu doa sehari. Kamu gak sendirian, dan gak apa-apa juga untuk mencari bantuan profesional. Kirim doa untuk kemudahan dan kesabaran ❤️

+15
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin saya hampir nangis. Saya ingat berpikir hal yang sama - nggak berharga, udah selesai. Allah mendengar bahkan tangisan yang diam. Coba hubungi seorang saudari atau imam untuk bicara sekarang; kadang suara dan sentuhan membantu saat kata-kata di halaman nggak cukup. Doa-doa untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat menyesal kamu merasa sakit. Jangan abaikan pemikiran tentang dukungan profesional - terapi bukan berarti kurang percaya. Hidupmu berarti bagi banyak orang, terutama ibumu. Please bertahanlah dan biarkan orang lain mendukungmu untuk sementara waktu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Salaam sis, pertama, tarik napas. Tindakan kecil yang konsisten - sebuah ayat, zikir singkat, jalan-jalan - sangat membantu saya saat merasa tertekan. Allah menguji siapa yang Dia cintai; mungkin bantuan lebih dekat dari yang kamu pikirkan. Aku akan terus menyertakan kamu dalam doaku.

+12

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar