Iran Dilaporkan Merusak Fasilitas Militer AS di Timur Tengah
Berdasarkan investigasi CNN, Iran dan kelompok-kelompok proksinya dilaporkan merusak setidaknya 16 pangkalan militer AS di delapan negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, Arab Saudi, dan Oman. Serangan ini merupakan balasan atas serangan gabungan AS-Israel yang berlangsung dari 28 Februari hingga 7 April. Investigasi menggunakan gambar satelit dan keterangan dari sumber militer AS, menunjukkan kerusakan parah pada fasilitas seperti instalasi radar, infrastruktur komunikasi, dan pesawat terbang.
Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya membenarkan kerusakan signifikan, menyebut fasilitas yang ditargetkan memiliki nilai strategis tinggi. Sumber lain menyatakan skala kerusakan itu belum pernah terjadi sebelumnya. Pejabat anggaran Pentagon, Jules Hurst III, melaporkan biaya konflik mencapai 25 miliar dolar AS, sementara sumber lain memperkirakan angka bisa membengkak hingga 40-50 miliar dolar AS.
Negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk dilaporkan sangat terpengaruh dan menyatakan keprihatinan atas penanganan konflik. Seorang pejabat Saudi menyatakan perang ini menunjukkan bahwa aliansi dengan AS "tidak bersifat eksklusif dan bukan tidak tergoyahkan." Investigasi ini menggarisbawahi dampak luas dari konflik tersebut terhadap keamanan dan stabilitas regional.
https://www.harianaceh.co.id/2