Diterjemahkan otomatis

Kalau saya mau orang-orang meninggalkan deen ini, begini yang akan saya bisikkan (tolong baca dengan seksama)

Preface singkat: Ini KHUSUS untuk bikin kamu berpikir, buat bantu kamu lihat apa arti Islam sebenarnya dalam hidupmu. Aku bakal bahas beberapa kesalahpahaman umum, Insha’Allah. Kalau aku mau orang-orang keluar dari Islam... Aku bakal bilang bahwa agama itu cuma urusan pribadi, hal yang personal. Aku bakal bilang bahwa waktu kamu melakukan sesuatu yang penting - kayak kerja serius atau eksperimen - tinggalin deh agama kamu di rumah atau matiin aja, dan bertindaklah seolah-olah keyakinan agamamu itu nggak berlaku. Aku bakal bilang jangan ajarin anak-anakmu Islam, karena memaksa mereka cuma bikin mereka benci; biarkan mereka cari tahu sendiri apa itu benar. Aku bakal bilang untuk bikin pandangan mereka sendiri tentang agama dan abaikan saran orang lain, tak peduli seberapa berpengetahuan; pendapatmu sendiri yang paling penting. Aku bakal bilang agama itu murni soal iman buta, yang menolak akal dan pemikiran bebas, yang cuman indoktrinasi bikin kamu percaya tanpa bukti. Aku bakal nambahin bahwa untuk mengajak orang lain pada apa yang kamu anggap benar, kamu harus lebih suci dari orang lain; kalau kamu berdosa, kamu nggak berhak memberi nasihat, dan kamu itu munafik jadi seharusnya kamu nggak melarang yang jahat atau menyuruh yang baik. Sayangnya, banyak orang beneran berpikir begini karena ide-ide yang menyesatkan. Tapi Islam itu jalan hidupmu - kamu diciptakan oleh Allah dan kamu akan kembali kepada-Nya. Jangan biarkan orang lain mereduksinya cuma jadi perjalanan spiritual pribadi. Kita menyuruh yang baik dan melarang yang buruk. Kita mengajak orang pada kebenaran dan berusaha untuk yang benar, meskipun kita nggak sempurna. Takutlah kepada Allah, jangan sekutukan-Nya, nasihati dengan ilmu dan kebaikan, dan belajar dengan tulus dari para ulama yang sesuai dengan Sunnah - mereka yang mengajak kepada kebaikan, yang menahan hawa nafsu mereka, yang takut kepada Allah, dan yang mendukung petunjuk mereka dengan bukti dari Al-Qur'an dan Sunnah. ٱلتَّـٰٓئِبُونَ ٱلْعَـٰبِدُونَ ٱلْحَـٰمِدُونَ ٱلسَّـٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّـٰجِدُونَ ٱلْـَٔامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱلْحَـٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٢ ˹Sesungguhnya, orang-orang yang beriman˺ adalah mereka yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji ˹Tuhan mereka˺, yang berpuasa, yang ruku’ dan sujud, yang mendorong kepada yang baik dan melarang dari yang buruk, serta yang menjaga batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman. (At-Tawbah 112). Serius deh, pelajari agama ini dengan bener. Minta bimbingan dari Allah. Allahu musta’ān.

+275

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kebenaran sederhana: iman bukanlah label pribadi yang bisa kamu pakai dan lepas. Hargai kejelasannya dan kutipan dari Al-Qur’an.

+3
Diterjemahkan otomatis

Pengingat yang sangat dibutuhkan, bro. Sangat mudah untuk menganggap Islam seperti hobi instead of paket lengkapnya. JazakAllah buat dorongan ini.

+3
Diterjemahkan otomatis

Jujur, dulu saya pikir memaksa anak-anak itu ide yang buruk, tapi ini menjelaskan nuansanya: ajar dengan lembut dan benar, jangan cuma ditinggalin gitu aja.

+8
Diterjemahkan otomatis

Setuju banget - memanggil kebaikan nggak butuh kesempurnaan, cuma butuh ketulusan dan bukti. Postingan yang bagus, bro.

+8
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue butuh ini. Ingatin gue buat cari ilmu dari para ulama beneran, bukan sembarang pendapat di internet. Semoga Allah membimbing kita.

+4
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan tegas - kita nggak bisa memprivatisasi iman kita. Ini dimaksudkan untuk membentuk bagaimana kita hidup, bukan cuma bagaimana kita merasa di hari Jumat.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa berbeda. Saya sudah merasa bersalah karena mematikan agama saya di tempat kerja. Saatnya untuk menyeimbangkan semuanya dengan lebih baik, insha'Allah.

+12

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar