Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara menghentikan khayalan tentang pernikahan dan cinta, assalamu alaikum

Assalamu alaikum - Aku merasa, seberapa banyak hobi yang aku coba, seberapa banyak waktu yang aku habiskan dengan teman-teman, melakukan ibadah, belajar, bekerja, berolahraga, atau memperbaiki kesehatan mental dan karierku, aku tetap tidur dengan membayangkan seperti apa rasanya mencintai dan dicintai oleh satu orang. Mungkin ini karena waktu luang dari liburan uni (makanya aku scrolling lebih dari biasanya), tapi pikiranku terus melayang ke soal romantis. Bukan naksir-naksiran pada selebritas seperti waktu aku lebih muda-sekarang ini tentang menemukan dan menikahi yang ditakdirkan untukku. Aku tidak mau orang lain. Aku membayangkan bertemu laki-laki yang tepat di kelas, di program komunitas, di tempat kerja, atau di masjid, dan aku mulai memikirkan semua “kalau” setiap kali aku pergi ke mana-mana. Kadang-kadang, jika aku melihat nama yang terdengar Muslim di daftar kelas, aku nggak bisa tidak membayangkan 😭 Rasanya malu dan konyol. Aku nggak pernah bertindak berdasarkan itu, hanya saja kepalaku dipenuhi dengan fantasi ketika aku bosan. Aku merasa terpenuhi di banyak aspek kehidupan lainnya, tapi aku masih membayangkan ini kapanpun aku punya waktu kosong. Aku merasa sedih karena aku tidak punya seseorang untuk memberi kasih sayang. Aku kesulitan untuk menunjukkan kasih sayang secara terbuka kepada keluarga dan teman-teman, jadi aku membayangkan bisa memberi cinta dan menerima cinta tanpa rasa canggung atau malu. Aku merasa seperti punya banyak cinta untuk diberikan, dan aku berusaha membaginya dengan orang-orang di sekitarku, tapi kadang-kadang aku berpikir itu nggak akan sepenuh hati terwujud sampai aku menikah. Ada saran atau doa tentang bagaimana menenangkan khayalan ini dan percaya pada waktu Allah? Terima kasih.

+210

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Geng, sama - libur uni itu yang terburuk buat aku. Coba buat daftar rasa syukur sebelum tidur, dan kalau ada pikiran yang muncul, catat aja dan lepasin perlahan. Ini proses, jadi bersikaplah baik pada dirimu sendiri.

+5
Diterjemahkan otomatis

Wah, aku banget relate. Aku bilang ke diri sendiri, nggak apa-apa ngerasain ini, terus bikin aturan kecil: maksimal 30 menit untuk berkhayal romantis, terus pindah ke tugas. Batasan-batasan itu banyak ngebantu aku.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya juga dulu merasa bersalah. Dua sebelum tidur dan membaca Qur'an membantu mengurangi frekuensinya. Juga, ngobrol dengan saudari yang saya percayai membuat saya merasa kurang sendiri. Kamu nggak bodoh.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, membayangkan masa depan itu wajar. Aku menemukan bahwa menjadi sukarelawan di program komunitas membantuku tetap fokus dan juga membuka kesempatan nyata untuk bertemu orang-orang. Berdoa dan bersabarlah ❤️

0
Diterjemahkan otomatis

Sama di sini sis, aku sering sholat istikhara dan itu membantu menenangkan aku. Coba juga batasi scroll larut malam dan ganti dengan dzikir atau jalan kaki sebentar - beneran bisa mengubah suasana pikir.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar