Diterjemahkan otomatis

Cara membimbing remaja yang bukan anak saya (salam)

Salam. Jadi, untuk konteksnya, saya dan istri sudah menikah selama lima tahun, dan adik laki-laknya, yang usia 16 tahun, pindah tinggal dengan kami setelah orang tua mereka terakhir kali meninggal. Dia punya masalah dengan kebersihan pribadi dan kerapian, dan umumnya berperilaku kekanak-kanakan - mungkin karena dia dibesarkan tanpa sosok ayah yang konsisten. Dia sering meninggalkan urine di dudukan toilet, nggak mencuci dirinya dengan benar, dan suka menyebar pakaian dalam kotor yang bernoda di sekitar rumah. Saya sudah coba bersikap baik, sabar, dan instruktif dengan lembut, tapi semua itu terus diabaikan. Ketika saya bicarakan ini dengan istri saya (saudaranya), saya selalu menjaga detailnya agar nggak memalukan dia, tapi dia bilang kalau ada yang perlu diperbaiki, itu tanggung jawab saya. Dia sekarang adalah wali hukum dan ingin saya juga jadi wali, itu lagi proses. Dia bilang saya harus melakukan yang diperlukan, tapi dia nggak mau denger dan akhirnya saya yang harus beresin semua. Saya udah ajarin dia praktik mencuci yang dasar, cara mencukur bulu yang nggak bersih, dan untuk naruh baju kotor di keranjang laundry di lorong, tapi semua itu nggak ada yang menempel. Saya ngerti banyak ini disebabkan karena kekurangan sosok ayah, dan saya coba untuk lembut, tapi dia sepertinya nggak peduli. Ketika saya menunjukkan sedikit frustrasi, dia langsung bilang, “Kamu bukan ayahku, jadi berhenti ngasih tahu apa yang harus saya lakukan.” Saya bingung banget tentang bagaimana bisa tegas tapi tetap berbelas kasih - dia hanya terus melawan. Gimana ya saya bisa mengajarinya dan membimbingnya dengan efektif? Saya sudah coba dengan kebaikan dan kesabaran; apa yang harus saya coba selanjutnya? JazakAllah khair.

+268

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Solusi jangka pendek: sarung tangan dan tempat sampah di dekat kamar mandi biar kamu nggak sendirian jadi petugas kebersihan. Jangka panjang: ajak dia belanja untuk perlengkapan mandi dan biarkan dia milih sabun - punya perasaan memiliki itu membantu. Pertimbangkan untuk berbicara tenang dengan duduk bersama dan menetapkan harapan di antara kalian berdua.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah jadi remaja yang keras kepala. Tegas tapi adil itu penting: berikan dia tanggung jawab yang terkait sama privilese (telepon, waktu main game). Kalau dia bikin berantakan, batasi hak-haknya sampai dia menunjukkan usaha. Konsistensi itu kunci, bukan teriak-teriak. Salam.

+7
Diterjemahkan otomatis

Salam bro, situasi yang sulit. Coba buat aturan rumah yang jelas dengan konsekuensi kecil, dan minta istrimu untuk mendukungmu di depan umum supaya dia tidak bisa main-main di belakangmu. Rutinitas lebih efektif daripada ceramah - daftar periksa di dekat kamar mandi dan hari cuci mungkin bisa membantu. Tetap konsisten dan terus puji pencapaian kecil.

+13
Diterjemahkan otomatis

Saya bakal coba bikin toples penghargaan - camilan kecil atau jalan-jalan kalau dia bisa jaga kamar mandi tetap bersih selama seminggu. Pasangkan itu dengan konsekuensi yang jelas. Anak remaja seringkali butuh insentif lebih dari ceramah. Tetap tenang dan terus berusaha, bro.

+11
Diterjemahkan otomatis

Kedengarannya berat. Coba momen mentoring daripada hanya memberikan koreksi - tanyakan tentang harinya, tunjukkan minat, lalu masukkan tips kebersihan dengan cara yang alami. Remaja biasanya menolak perintah tapi bakal merespons dengan rasa hormat. Kalau dia marah, tetap tenang dan ingatin dia bahwa aturan berlaku untuk semua yang tinggal di sini.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, udah pernah ngerasain itu. Praktisnya: beli keranjang laundry yang ada tutupnya dan labelnya, atur waktu 15 menit buat beres-beres tiap malam. Anak remaja lebih respon sama rutinitas dibanding omongan panjang. Dan iya, istri lo juga perlu dukung lo, kalo enggak dia ga akan anggap serius.

+4
Diterjemahkan otomatis

Jadilah blak-blakan tapi tetap baik: bilang langsung padanya bahwa tinggal di sini berarti mengikuti aturan rumah. Berikan daftar yang jelas dan konsekuensinya. Biarkan istrimu juga menegakkan aturan - dua orang dewasa yang bersatu bikin perbedaan besar. Dan sabar ya, ini perubahan yang lambat.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar