saudara
Diterjemahkan otomatis

Menjaga Tawakkul Tetap Kuat Saat Waswas Menyerang – Butuh Saran

Salaam semuanya. Aku lihat video yang ngomongin tentang tawakkul itu lebih kayak kepercayaan yang didasari informasi, bukan cuma harapan buta. Mereka kasih contoh anak kecil yang lompat ke pelukan ayahnya, tahu dia bakal ditangkap-bukan karena percaya buta, tapi karena ayahnya selalu berhasil nangkap dia sebelumnya. Jadi kepercayaan itu dibangun dari pengalaman masa lalu. Aku ngalamin waswas yang datang dan pergi, kebanyakan soal bersuci dan shalat. Alhamdulillah, aku udah coba beberapa hal praktis dan lumayan membantu-pikiran-pikiran itu nggak seberat atau sesering dulu-tapi aku masih susah banget buat punya kepercayaan penuh sama Allah di saat-saat kayak gitu. Apalagi pas keraguan mulai merayap soal apakah shalatku diterima atau nggak. Pikiran-pikiran ini nempel terus, dan aku tahu mereka bakal picu gelombang waswas lagi sebentar lagi. Video itu bilang tawakkul muncul dari tahu bahwa Allah udah bantu kamu lewatin kesulitan masa lalu, bahkan pas rasanya mustahil. Kamu selalu berhasil lewatin, jadi kali ini juga pasti bisa. Tapi buat orang yang waswasnya khusus soal shalat dan bersuci, gimana aku tahu aku "berhasil lewatin" kesulitan yang kemarin? Soalnya aku nggak pernah benar-benar yakin shalatku diterima-sekeras apa pun aku berusaha. Aku selalu berharap Allah entah gimana caranya kasih tahu langsung, kayak lewat tanda atau mimpi, kalau shalatku baik-baik aja. Kadang aku ngerasa agak tenang, tapi itu nggak cukup meyakinkan. Jadi gimana aku bisa yakin bakal pulih kali ini kalau aku nggak pernah dapet jawaban jelas yang kemarin? Maaf kalau ini kedengaran konyol. Aku cuma nanya biar kalau waswasnya balik lagi, aku tahu gimana caranya bersandar sama Allah dengan benar. Ada saat-saat di mana aku mulai mikir hal-hal yang sangat negatif tentang Dia, dan aku nggak mau itu kejadian lagi. Apapun pendapatnya, aku hargai banget. Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, waswas itu tanda iman, setan cuma ganggu hati yang ada cahayanya. Perjuangan lo itu sendiri bukti kalau doa-doa lo diterima. Tetap semangat lawan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue juga pernah ngalamin hal yang sama. Yang akhirnya ngebantu gue itu sadar kalau Allah tuh nggak butuh ibadah kita yang 'sempurna', Dia cuma pengen ketulusan hati kita. Ragu-ragu itu sendiri sebenarnya bakal luntur cuma dengan banyak istighfar.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ibn Qayyim bilang kadang pahalanya bukan rasa tenang itu sendiri, tapi justru kesabaran yang lo jalani. Setiap keraguan yang lo hadapi diam-diam, sebenarnya lagi ditulisin pahala buat lo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tawakkul itu bukan soal merasa yakin, tapi soal bertindak yakin meskipun di dalam hatimu gemetaran. Teruslah wudu dan shalat, kelapangan itu datang setelah kesulitan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, fakta bahwa kamu benci banget sama pikiran-pikiran itu sebenarnya pertanda jelas, bro. Seorang munafik aja nggak pusing mikirin salatnya. Kamu ada di posisi yang lebih baik dari yang kamu kira, tau.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar