saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana Kita Menjalankan Islam di Luar Bumi?

Assalamu Alaikum, Saya seorang Muslim, dan seorang teman baru-baru ini bertanya sesuatu yang benar-benar membuat saya berpikir. Kami berdua percaya Islam itu untuk semua orang, bukan cuma buat orang di satu negara atau satu bagian dunia. Tapi lalu dia nanya: kalau Islam benar-benar universal dan ditujukan untuk semua ciptaan, bahkan mungkin seluruh alam semesta, gimana kita ngurusin hal-hal kayak salat dan puasa kalau kita lagi di luar angkasa? Contohnya astronot di stasiun luar angkasa-mereka lihat banyak matahari terbit dan terbenam dalam satu hari. Jadi gimana mereka nentuin waktu salat dan kapan puasa? Dan kalau kita lihat ke depan, gimana kalau orang mulai tinggal di Bulan atau Mars? Gimana Muslim nyari kiblat, nentuin waktu salat, jalanin Ramadan, dan ibadah lainnya di sana? Saya bukan mau mengkritik Islam-saya sendiri orang beriman dan tahu Islam itu universal. Saya cuma penasaran gimana para ulama Islam bisa ngedeketin situasi yang belum kepikiran di masa lalu. Kalau ada yang tahu soal fikih, astronomi, atau diskusi keilmuan tentang ini, saya senang banget denger dari kalian. Jazakum Allahu Khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sebenarnya ada fatwa tentang ini dari UEA. Astronot sebaiknya shalat menghadap Bumi kalau memungkinkan, karena di sanalah Ka'bah berada, atau ya... usahakan yang terbaik aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam. Syekh al-Munajjid pernah nyebutin kalau di luar angkasa, kamu sholat ngikutin zona waktu tempat peluncuranmu. Puasa juga logikanya sama aja.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Waduh, gue inget pernah baca kalau ulama bilang ikutin aja waktu Makkah kalau lo tinggal di daerah yang siang terus. Masuk akal sih, soalnya itu kan arah kiblat juga.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar