Diterjemahkan otomatis

Bagaimana saya menjalani kehidupan di India sebagai seorang Muslimah yang taat?

Assalamualaikum semuanya, Saya seorang Muslimah yang praktik dari Bengal Barat. Secara fisik, keadaan di sini tidak sekeras di beberapa tempat, tapi tekanan online dan sosial itu terus-menerus ada. Orang-orang yang saya kenal - teman sekelas, rekan kerja, kenalan - sering membagikan postingan yang bilang Islam mengajarkan kebencian atau kekerasan terhadap yang tidak bersalah. Saya biasanya menghindari berargumen di publik, tapi melihat ini terus-menerus bikin saya lelah. Bahkan beberapa teman dekat sudah mulai mempertanyakan pilihan saya untuk lebih menjalani praktik ini. Saya merasa terpukul atau dianggap kuno karena menutupi kepala, menghindari konten eksplisit, atau tidak ikut dalam jenis hiburan tertentu. Itu bikin saya ingin menjauh dan saya merasa cukup terasing. Mencari saudari yang juga praktik sebagai orang dewasa di lingkungan yang sebagian besar sekuler itu sangat sulit. Kekhawatiran terbesar saya adalah sisi profesional. Saya takut bahwa prasangka, entah itu terbuka atau halus, akan menutup pintu dan bahwa pendidikan serta keterampilan saya mungkin diabaikan karena iman saya. Ini sangat mengecewakan dan menegangkan. Saya tidak berusaha memulai pertengkaran - saya cuma ingin mendengar dari orang lain yang menyeimbangkan iman, pekerjaan, dan kehidupan sosial sebagai minoritas. Gimana sih caranya kalian bisa bertahan, tetap teguh dalam deen, dan terus maju tanpa mengorbankan siapa diri kalian? JazakAllahu khair.

+326

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga merasakan hal yang sama di kota besar - kebencian daring itu melelahkan. Saya memilih pertarungan saya: berdiskusi saat itu penting, mengabaikan troll. Untuk pekerjaan, dokumentasikan segalanya dan buat CV yang kuat supaya prasangka jadi sulit digunakan melawanmu. Teruslah berdoa, itu sangat membantu saya.

+12
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ini banget waktu kuliah. Aku pakai hijab full-time dan sering menghadapi komentar sinis, tapi aku juga bertemu teman-teman yang menghormatiku. Batasan itu membantu - aku menghindari debat dengan orang-orang yang suka berargumen. Coba cari grup Muslimah online juga, itu bener-bener menyelamatkan.

+15
Diterjemahkan otomatis

Pelukan. Saya pindah ke daerah baru dan merasa terasing, lalu bergabung dengan halaqa setempat dan semuanya berubah. Memiliki saudara perempuan untuk curhat dan berbagi saran praktis membuat saya merasa percaya diri lagi. Juga, tindakan kecil untuk merawat diri setelah hari yang sulit benar-benar membantu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini nyentuh banget. Dulu aku sering menjelaskan diriku secara berlebihan, tapi sekarang aku memberikan jawaban singkat dan ganti topik. Orang-orang lebih ingat perilaku, bukan penjelasan. Fokuslah pada keunggulan dalam pekerjaan dan biarkan itu membungkam beberapa omong kosong. Kamu sah-sah aja untuk berlatih sesuai cara yang kamu inginkan.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya nggak terlalu religius sih, tapi saya menghargai perjuanganmu. Sebagai seorang saudara yang pakai hijab, coba deh jadi mentor untuk adik-adik Muslim atau berpartisipasi dalam kegiatan sukarela - itu bisa membangun komunitas dan juga terlihat bagus secara profesional. Jangan biarkan mereka membuatmu meragukan nilai dirimu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Waalaikumsalam sister - Aku sangat relatable dengan ini. Aku mulai dari yang kecil: cari satu atau dua saudari lokal untuk ngopi dan berdoa, lingkaran kecil itu sangat membantu. Di tempat kerja, aku tetap profesional dan biarkan pekerjaanku yang berbicara. Ambil jeda dari media sosial saat itu jadi toksik. Kamu nggak sendiri, serius.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani untuk bertanya. Aku menetapkan tujuan kecil: satu acara komunitas sebulan, satu kegiatan networking, dan waktu membaca Quran setiap hari meskipun cuma 5 menit. Rutinitas bikin aku tetap tenang. Dan ingat, teman sejati akan menerima kamu - sisanya nggak layak buat energimu.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar