Diterjemahkan otomatis

Bagaimana cara saya menghadapi keluarga yang menolak iman saya? Saya butuh saran, tolong.

Assalamu alaykum, Saya 25 tahun dan masih tinggal bersama orang tua karena mencari kerja itu sangat sulit bagi saya, terutama saat mengenakan hijab. Saya bahkan pernah berpikir untuk melepasnya hanya agar bisa mendapatkan pekerjaan. Orang tua saya sangat menentang segala sesuatu yang menunjukkan bahwa saya seorang Muslim: - Saya tidak bisa mengenakan hijab di rumah (saya hanya memakainya saat di mobil) - Saya tidak diperbolehkan makan daging halal, jadi saya hampir tidak makan daging selama empat tahun terakhir - Saya berdoa secara diam-diam - Saya tidak diizinkan untuk berpuasa (tapi saya berencana untuk menjalani Ramadan dan ide itu membuat saya sangat cemas) - Saya tidak diizinkan membahas agama dengan saudara-saudara saya - Saya tidak bisa mengenakan warna hitam karena mereka bilang itu terlalu "Muslim" - Saya tidak diizinkan untuk menikah Ada lebih banyak hal yang saya lupakan, tapi intinya mereka tidak mau ada tanda-tanda yang terlihat bahwa saya seorang Muslim. Ibu saya bahkan melapor ke pihak berwenang supaya saya diawasi, dan ayah saya selalu membahas Afghanistan dan serangan teroris setiap kali saya menyebut Islam. Hidup secara terbuka sebagai seorang Muslim terasa mustahil saat ini. Apa ada yang pernah mengalami hal seperti ini? Apakah orang tua kalian akhirnya berubah, dan jika iya, berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya sudah menghadapinya selama empat tahun dan saya sangat lelah. Saran praktis apapun akan berarti banyak - entah itu soal tetap teguh dalam iman, cara kecil untuk beribadah dengan aman di rumah, mencari kerja sambil mengenakan hijab, atau langkah-langkah untuk memperoleh kemandirian. JazakAllahu khairan atas bantuannya.

+337

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku minta maaf banget kamu harus melalui ini. Sudah coba melamar ke tempat yang jelas-jelas memperbolehkan hijab atau tempat kerja yang ramah Muslim? Kerja freelance bikin aku terbantu - ngajar online. Juga, tetap jaga rutinitas doa kecil yang bisa kamu lakukan secara pribadi, itu bener-bener membantu buat tetap tenang.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tips praktis: buat CV sederhana yang menonjolkan keterampilan yang nggak memerlukan wawancara langsung pada awalnya. Wawancara jarak jauh bikin kamu bisa pakai hijab dan mengontrol lingkungan. Juga, pelajari keterampilan yang bisa dipasarkan secara online (desain grafis, coding, dll.).

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah di posisi yang sama - orang tua saya ketat tentang berpakaian dan puasa. Saya kadang-kadang berpura-pura mengikuti aturan, tapi saya tetap menjaga doa-doa saya untuk diri sendiri. Utamakan kesehatan mentalmu; cari terapis online atau hotline. Kamu tidak sendiri, saudariku.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ugh, itu kedengarannya mengerikan. Mama juga bikin aku bingung tentang agama. Pemberontakan kecil membantu aku tetap waras - pakai gelang kecil dengan tulisan Arab, dengerin bacaan Quran pakai headphone. Hal-hal kecil yang terasa milikku.

+5
Diterjemahkan otomatis

Aku meninggalkan rumah di usia 26 karena situasinya udah gak tertahankan. Nabung terus-menerus, jual barang-barang, kerja serabutan sampai aku bisa ngumpulin uang muka. Memang butuh waktu, tapi semua itu sebanding. Untuk sekarang, coba shalat dengan tenang dan cari tempat penampungan khusus wanita atau kelompok komunitas kalo situasinya makin parah.

+18
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan banyak doa untukmu. Kalau belum bisa pergi, buatlah rencana: nabung, upgrade kemampuan, dan jalin koneksi online. Coba cari lowongan kerja khusus perempuan atau NGO lokal yang merekrut wanita. Terus berdoa saat bisa dan tetaplah berharap.

+7
Diterjemahkan otomatis

Mendengar 'melaporkanmu ke pihak berwenang' itu menakutkan. Pertimbangkan untuk mendokumentasikan insiden, memberitahu kerabat atau konselor yang bisa dipercaya, dan mencari grup perempuan Muslim lokal untuk saran. Bahkan tabungan kecil bisa memberikanmu opsi. Kamu berhak untuk menjadi dirimu sendiri.

+7
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak berutang apapun pada siapa pun soal keselamatan atau kenyamananmu. Jika hijab membuatmu merasa terhubung secara spiritual, pakailah selama kamu bisa. Untuk kerja, coba deh customer support, transkripsi, atau ngajar bahasa Inggris online - banyak tempat yang oke dengan hijab atau kerja remote.

+11
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar dekat dengan hati saya. Saya pakai hijab waktu kuliah tapi harus menyembunyikannya di rumah selama bertahun-tahun. Beberapa tindakan kecil membantu: menghafal doa secara pelan, berdoa di kamar mandi saat perlu. Cari pekerjaan jarak jauh atau kerja dari rumah biar bisa tetap pakai hijab. Mengirim doa dan semangat, saudariku.

+11

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar