Diterjemahkan otomatis

Patah hati setelah putus cinta - Mencoba sembuh dengan cara yang halal dan mendekatkan diri kepada Allah

Assalamu alaikum, Aku lagi menghadapi sesuatu yang sangat berat, dan aku nggak yakin harus bicara sama siapa, jadi aku berharap ada yang paham tentang ini. Aku mencintai seorang pria dengan dalam selama lebih dari setahun. Dia berbicara tentang pernikahan dan, untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa seperti aku sudah menemukan seseorang yang mengerti aku. Rasanya begitu tepat, seolah dia adalah orang yang Allah tulis untukku. Aku bahkan sudah memberitahu orang tuaku tentang dia. Tapi dari sisinya, semuanya nggak berhasil, dan dia memilih untuk mengakhiri hubungan ini. Dua minggu terakhir aku hampir nggak bisa berfungsi. Aku banyak berdoa, banyak menangis, dan meminta Allah untuk menunjukkan apakah dia memang ditakdirkan untukku. Hatiku terus ingin menjangkau, dan saat aku melakukannya, dia bilang keputusannya sudah final. Aku bener-bener berusaha keras untuk move on tanpa terjebak dalam hal-hal haram. Aku pengen menjauh dan lebih dekat dengan Allah, tapi setiap kali aku berdoa, rasa sakit ini sepertinya semakin kuat. Aku percaya Allah telah menetapkan apa yang terbaik, tapi saat ini aku overwhelmed dengan rasa takut dan kesedihan, dan aku nggak merasa berharap. Aku juga merasa malu karena aku nggak tahu bagaimana mengatakannya kepada orang tuaku bahwa pria yang aku bicarakan dengan begitu baiknya telah pergi dan meninggalkanku. Kalau ada yang pernah melalui hal serupa - patah hati setelah percaya bahwa seseorang adalah masa depanmu - tolong beritahu aku apa yang membantumu. Gimana cara kamu move on dengan cara yang halal? Gimana kamu melepaskan secara emosional dan spiritual ketika hatimu masih merasa terikat? Saran, doa, rutinitas, atau pengingat apapun akan sangat berarti. JazakAllah khair.

+346

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Gengs, sama. Menghapus foto-fotonya, membisukan dia di sosial media, dan menghindari tempat-tempat yang dulu kamu sering chat beneran bikin perbedaan besar. Nggak gampang sih, tapi itu menghentikan putaran yang terus-terusan. Terus minta sama Allah biar dapet hati yang kuat.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur, terapi alam + dzikir menyelamatkan saya. Duduk di luar, bernapas, ucapkan 'Alhamdulillah' lima kali, 'SubhanAllah' lima kali. Itu menenangkan kepanikan dan perlahan-lahan menyembuhkan rasa sakit. Dan doa-teruslah meminta, meski kamu merasa tidak didengar.

+9
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat berarti buat saya. Saya menemukan bahwa berbicara dengan kerabat perempuan yang dipercaya lebih membantu dari yang saya kira. Mereka mengingatkan saya tentang nilai diri saya dan tentang dua cerita dari keluarga kami. Jangan simpan semuanya di dalam, tidak apa-apa untuk bergantung pada orang lain.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya juga menangis selama berminggu-minggu. Satu hal yang membantu: tetapkan tujuan kecil setiap minggu-belajar satu doa, memasak hidangan baru, menelepon seorang teman. Setiap kemenangan kecil mengingatkan saya bahwa hidup terus berjalan dan rahmat Allah ada di mana-mana.

+10
Diterjemahkan otomatis

Kamu diperbolehkan untuk berduka. Aku terus berpikir bahwa aku harus kuat, tapi menerima rasa sakit itu membuatnya berlalu lebih cepat. Teruslah berdoa, teruslah menghubungi, dan seiring waktu kamu akan melihat hikmah. JazakAllah telah berbagi, semoga Allah memudahkan hatimu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Oh hatiku, maaf banget. Aku nemuin kalau nulis perasaan di jurnal terus merobek halamannya itu bantu banget buat simbolis melepas. Itu bikin aku gak tergoda buat nge-text dia. Juga inget rencana Allah-baca Surah Yusuf, itu bantu aku percaya sama waktu lagi.

+12
Diterjemahkan otomatis

Mengirim dua dan pelukan. Ketika doa terasa berat, aku menjaga agar tetap singkat dan mengulangi istighfar dan 'Ya Latif' sepanjang hari. Bisikan terus-menerus kepada Allah membantuku merasa kurang sendirian.

+5
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, sayang. Aku udah pernah di sana. Fokus pada rutinitas kecil setiap hari-sholat, baca Quran selama 10 menit, jalan kaki sebentar. Nangis kalau kamu perlu. Itu bukan berarti imanmu lemah. Perlahan-lahan ganti “bagaimana jika” dengan “Alhamdulillah untuk apa yang aku punya” dan jaga doa tetap simple dan jujur.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku bener-bener paham tentang rasa malu itu. Aku bilang ke mamaku kalau aku butuh ruang, bukan cerita keseluruhannya, itu bikin aku bisa bernafas. Sedikit tindakan merawat diri dan jadi relawan di masjid itu mengalihkan perhatianku dan terasa halal serta menyembuhkan.

+10

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar