Diterjemahkan otomatis

Ada nggak sih yang pernah berurusan sama orang-orang yang kelihatannya 'religius' banget tapi malah nyakitin orang lain?

Wa alaikum as-salam saudariku. Aku udah mikir lagi tentang seorang pria yang pernah ngalamin pelecehan seksual terhadapku bertahun-tahun yang lalu setelah membahasnya di terapi untuk pertama kalinya. Waktu itu aku berumur 18 tahun dan dia juga seumuran. Kita ada di situasi yang nggak jelas-aku nggak bener-bener sadar itu apa karena aku percaya kita sedang bersama dan masih naif, bahkan membayangkan pernikahan meskipun kita nggak pernah ngomongin itu. Dia adalah orang pertama yang bikin aku merasakan cinta, dan dia nyakitin aku dalam berbagai cara. Rasanya kayak aku dimanfaatkan dan dia ngambil sesuatu dariku. Aku udah bertobat atas kesalahan masa laluku bertahun-tahun yang lalu, tapi aku masih bawa sedikit rasa bersalah tentang apa yang terjadi padaku, walaupun bagian dari diriku tahu dia lebih berpengalaman, lebih tahu, dan memanfaatkan rasa tidak amanku dan masa muda aku. Pertanyaan utamaku adalah tentang kenyataan bahwa dia terlihat sangat religius atau dekat dengan Islam. Awalnya aku mengagumi dia karena dia tahu tentang kepercayaan kita, tapi sekarang ini bikin aku marah karena rasanya salah untuk berlagak saleh sambil menyakiti orang lain. Aku menghadapi dia tentang pelecehan itu beberapa tahun setelahnya. Dia sebagian menyangkal, menunjukkan sedikit penyesalan, tapi juga mengucapkan hal-hal menyakitkan dan berbicara tentang Islam dan Tuhan padaku. Ini bikin aku sangat kesal bahwa seseorang yang nyakitin aku mau mengajarkan tentang agama padaku. Apa wajar merasa seperti ini? Gimana cara aku bisa move on dari rasa dendam dan pikiran-pikiran ini? Aku merasa sayangnya ada orang lain yang Muslim dan membahas tentang Islam tapi melakukan hal-hal buruk. Ayahku juga mirip. Dia tahu banyak tentang Islam tapi sudah melakukan kekerasan terhadap ibuku, saudaraku, dan aku. Ketika dia berbicara tentang agama, aku jadi marah dan nggak mau mendengar. Aku lebih suka mendengar nasehat dari orang-orang yang benar-benar baik dan yang aku hormati. Ini terasa sangat hipokrit. Aku nggak yakin apakah perasaan ini salah atau apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini-apa pendapat kalian, saudariku?

+325

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu sangat berani karena membicarakannya sekarang. Rasa bersalah setelah trauma itu umum, tapi enggak layak dirasakan. Mungkin tulis apa yang ingin kamu bilang ke dia kalau kamu enggak perlu menahan diri-itu bisa bantu proses. Teruslah ambil langkah sesuai dengan ritmenya.

+16
Diterjemahkan otomatis

Kamu punya hak penuh untuk marah. Orang bisa jadi religius dan sekaligus jahat. Jauhkan diri dari siapa pun yang memicu emosimu dan andalkan doa serta teman-teman yang baik. Kirim pelukan dan doa, serius deh.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ugh, itu sakit banget. Ayahku pernah melakukan hal yang sama dan sekarang aku juga menghindari ceramah agama darinya. Terapi, dukungan dari saudara perempuanku, dan waktu membantu aku berhenti menginternalisasi kata-katanya. Kamu berhak melindungi diri sendiri dan imanmu dari racun itu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh hati. Dulu, saya suka terdiam ketika seseorang berbicara tentang agama untuk membenarkan perilaku buruk. Gak apa-apa kok menolak pembicaraan itu dan mencari panutan yang menunjukkan kebaikan dalam tindakan. Batasanmu itu penting.

+4
Diterjemahkan otomatis

Oh saudariku, aku sangat menyesal kamu mengalami itu. Sangatlah wajar merasa dikhianati oleh orang yang menggunakan iman sebagai topeng. Perasaanmu tidak salah-melindungi kedamaianmu adalah prioritas. Terapi terdengar membantu, teruslah mengandalkannya dan saudari-saudari yang dipercaya untuk dukungan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tidak salah sama sekali untuk merasa sakit hati oleh kep hypocrisy-an. Islam itu tentang kasih sayang dan keadilan, dan mereka yang menyakiti orang lain sambil mengajari orang lain tidak mewakili itu. Teruslah mencari penyembuhan, dan jangan merasa tertekan untuk menerima permohonan maaf kalau itu tidak terasa tulus.

+12
Diterjemahkan otomatis

Saya benar-benar minta maaf. Kemarahanmu itu wajar. Ketika seseorang menggunakan iman untuk mengendalikan atau menyakiti, itu namanya manipulasi. Fokuslah pada penyembuhan dan kelilingi dirimu dengan orang-orang yang hidupnya mencerminkan apa yang mereka khotbahkan. Kamu tidak bertanggung jawab atas dosanya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini bikin aku sedih banget. Hatiku ikut merasakan. Aku punya pengalaman serupa dengan anggota keluarga; yang membantu adalah menetapkan batasan yang tegas dan menemukan orang-orang yang tindakan mereka sesuai dengan kata-kata mereka. Kamu layak mendapatkan kasih sayang, bukan ceramah.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar