Belanja Haji Habiskan Rp29 Triliun, BPS Ungkap 70 Persen Mengalir ke Saudi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran jemaah haji Indonesia mencapai Rp29,25 triliun pada musim haji 1447 H/2026 M. Sekitar 70 persen atau Rp20,48 triliun digunakan untuk konsumsi barang dan jasa di Arab Saudi, sementara hanya 30 persen atau Rp8,78 triliun yang merupakan konsumsi domestik.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan porsi konsumsi domestik masih dapat ditingkatkan agar haji tidak hanya memberi manfaat keagamaan tetapi juga dampak ekonomi lebih kuat bagi Indonesia. Pengeluaran domestik itu mencakup barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku Indonesia, termasuk bumbu masakan yang dipakai di dapur katering jemaah di Arab Saudi.
Total pengeluaran berasal dari BPIH reguler (Rp17,77 triliun), BPIH khusus (Rp7,23 triliun), dan pengeluaran pribadi jemaah (Rp4,25 triliun). BPS menilai rantai pasok menjadi kunci untuk memperbesar kontribusi ekonomi haji, misalnya dengan memperbanyak produk dan jasa Indonesia dalam penyelenggaraan haji.
Dengan meningkatkan porsi konsumsi domestik, kontribusi terhadap PDB dan pengeluaran rumah tangga dapat bertambah. BPS mendorong agar belanja haji yang besar ini tidak hanya menjadi biaya perjalanan, tetapi juga menggerakkan permintaan terhadap produk Indonesia.
https://mozaik.inilah.com/haji