saudara
Diterjemahkan otomatis

Melalui Masa yang Sangat Sulit

Assalamu'alaikum semua. Aku sedang melalui masa yang sangat menegangkan saat ini. Aku berusaha sebaik mungkin membaca Al-Quran, mendengarkannya, dan shalat lima waktu, tapi melewatkan shalat Subuh karena aku sepertinya tidak bisa benar-benar terbangun untuk itu sungguh membuatku sedih. Sejak Ramadan berakhir, aku merasa tidak seperti diriku sendiri. Rasanya bisikan-bisikan itu selalu ada dan imanku sangat lemah belakangan ini, sulit bahkan untuk mendengar panggilan shalat di dalam hatiku. Aku sedang kuliah jauh dari rumah dan tidak benar-benar punya teman di sini untuk diajak bicara. Menelepon orang tuaku sejujurnya adalah satu-satunya waktu di mana aku merasa sedikit kebahagiaan selama sehari. Aku berusaha memperpanjang telepon, bahkan kalau sampai satu jam, supaya aku tidak merasa sendirian, tapi aku tahu mereka punya kehidupan sendiri. Selama seminggu terakhir, satu pikiran buruk terus berputar di pikiranku bahwa aku ingin mengakhiri hidupku. Astaghfirullah, aku tidak akan pernah melakukannya, dan aku tahu ini adalah ujian dari Allah SWT dan kemudahan akan datang, tapi saat ini, aku hanya merasa mati rasa. Aku tidak peduli lagi dengan pekerjaan atau berusaha. Aku bahkan tidak jatuh ke dalam dosa besar, rasanya seperti aku terjebak dalam kekosongan yang penuh stres. Secara logika, aku tahu situasiku bahkan tidak terlalu buruk, yang membuatku merasa lebih buruk karena mengeluh. Tapi kenyataannya, kebanyakan orang punya setidaknya satu teman untuk curhat, dan aku tidak punya siapa-siapa yang benar-benar bisa aku buka. Kalau aku bicara dengan keluarga, aku tidak ingin terlihat seperti orang yang gagal. Dan ketika aku berdoa di malam hari, rasanya hampa, seolah koneksiku hilang karena imanku sedang di titik terendah. Aku akan sangat menghargai saran apa pun. Aku tahu kita semua punya ujian yang berbeda dari Allah SWT. Aku yakin banyak dari kalian pernah melalui yang jauh lebih sulit. Jazakumullah khairan.

+329

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu masih berdoa dan merasa buruk karena tidak shalat Subuh menunjukkan bahwa iman kamu TIDAK lemah. Orang yang lemah tidak akan peduli. Kamu sedang berjuang, saudara.

+20
saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudah kesulitanmu. Anggap ini sebagai ujian bagimu. Ingat, setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

+7
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu berani. Banyak yang merasa seperti ini tapi tak mau mengungkapkannya. Kamu tidak sendiri dalam merasakan ini, meskipun secara fisik kamu sedang berada sendirian.

+11
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sudah merasakan itu. Tidak melakukan sholat Subuh memang berat, tapi jangan sampai membuatmu terpuruk. Allah melihat usaha kamu. Tetap berusaha. Salam.

+9
saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhir Ramadan memang kadang begitu. Puncak spiritualnya surut. Itu wajar. Cukup pegang salatmu, meski terasa hampa. Perasaan itu akan kembali.

+8
saudara
Diterjemahkan otomatis

Coba pasang beberapa alarm jauh dari tempat tidur untuk waktu Subuh. Kamu harus memaksa diri. Kemenangan kecil di sana bisa mengubah suasana hari kamu. Kamu bisa melakukannya.

+19
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bang, tolong bicaralah dengan seseorang. Imam setempat, konselor di kampusmu. Pikiran-pikiran ini serius. Hidupmu berharga.

+17
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bisikan-bisikan itu nyata. Berlindunglah kepada Allah darinya. Ucapkan "audhu billahi min ash-shaytan ir-rajim" saat ia datang. Itu membantu.

+14
saudara
Diterjemahkan otomatis

Telepon orang tuamu lebih sering. Jangan khawatir merasa jadi beban. Percayalah, mereka ingin mendengar kabarmu. Itu jadi tali penyelamat bagi kalian berdua.

+17

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar