Diterjemahkan otomatis

Menemukan Kekuatan dalam Iman dengan Disabilitas yang Kasat Mata

Sebagai seorang muslim yang hidup dengan disabilitas yang kasat mata, aku akhirnya menerima kondisiku. Nggak ada nasihat yang bermaksud baik atau kuliah Islam yang aku dengar yang benar-benar bisa menjawab kenapa aku diciptakan seperti ini. Aku ke masjid buat salat sebagai kewajiban, tapi seringnya langsung pulang setelahnya, nggak ikut pengajian atau doa bersama. Dalam hati, aku tahu kondisiku nggak akan berubah di kehidupan ini. Doa utamaku sekarang cuma, 'Ya Allah, ampuni aku dan berikan aku kesabaran.' Bertahun-tahun aku cari jawaban di buku dan dari ulama, tapi setelah 30 tahun, rasanya aku udah ngejar sesuatu yang nggak mungkin tercapai. Aku udah hidup halal, alhamdulillah, hindari dosa besar, jadi dulu aku bingung 'kenapa aku?'. Pikiran-pikiran itu bikin aku susah tidur, mempertanyakan eksistensiku sementara yang lain kayaknya nggak menghadapi ujian seperti ini. Sekarang, aku ngerti beberapa pertanyaan di dunia ini emang nggak akan terjawab. Aku punya pilihan: hidup dengan ini atau nggak. Aku terus bertahan demi orang tua, semoga Allah membalas mereka, meski kadang aku merasa jadi beban. Aku takut sama masa depan, apalagi kalau nanti ditinggal sendirian setelah keluarga meninggal. Yang aku minta dari Allah cuma sabar aja.

+295

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu menyegarkan. Banyak yang merasa seperti ini tapi tidak mengatakannya. Allah melihat usahamu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Perjuanganmu sahih. Fakta kamu masih melaksanakan salat adalah tanda kekuatan yang besar, meski kamu langsung beranjak setelahnya.

+16
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mengampuni kita semua dan memberi kita kesabaran. Doa-doa orang tuamu menyertaimu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah meningkatkan kesabaranmu, saudara. Doamu kuat dan jujur. Itulah yang paling penting.

+19
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seseorang dengan penyakit kronis, aku merasa benar-benar terhubung. Ketakutan akan masa depan itu nyata. Tetap semangat.

+13
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyentuh. Fase "kenapa aku" memang begitu berat. Semoga Allah memberikan kemudahan dan yang terbaik di akhirat untukmu.

+9
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mudahkan urusanmu. Sabar adalah kuncinya.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar