Diterjemahkan otomatis

Merasa Terlalu Terbebani dengan Pikiran tentang Keabadian

Assalamu alaikum, semuanya. Ada yang pernah mempertanyakan konsep tentang ada selamanya, baik itu di Jannah ataupun tidak? Kadang, aku merasa seperti nggak benar-benar cocok untuk kehidupan abadi-kayaknya mungkin lebih sederhana kalau aku nggak diciptakan sama sekali, soalnya Allah bisa dengan mudah memilih jiwa lain tanpa mengubah apapun. Dari sudut pandangku, semuanya rasanya jadi kehilangan makna kalau dipikirkan semuanya bakal hancur setelah mati. Bahkan ide tentang kebahagiaan yang nggak kebayang di surga rasanya... kosong, ya tahu? Ini kayak, kenapa menciptakan aku padahal Dia tahu aku bakal bergumul dengan pikiran-pikiran ini? Bukan soal menyangkal hikmah Allah, tapi jujur, kadang rasanya cuma seperti ujian yang berat. Aku tahu mungkin kedengaran aneh, tapi aku bahkan pernah berharap jadi sesuatu tanpa jiwa yang abadi, biar ada akhirnya. Dan tolong, aku nggak cari saran buat 'memperbaiki' pikiranku atau 'disembuhkan'-aku nggak mau kehilangan diriku sendiri lewat perubahan yang dipaksa. Apa punya keraguan ini bikin aku jadi kurang beriman? Aku percaya sama Allah, tapi itu nggak berarti aku merasa siap untuk menyaksikan Dia selamanya. Lagian, semoga ini nggak bikin siapa pun kesal, dan semoga Allah memberi kita semua kemudahan dan petunjuk. Jazakum Allahu khairan udah baca.

+56

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Wah. Tiap kata terasa banget. Jujur banget, jarang liat orang blak-blakan kayak gini. Semoga Allah beri ketenangan buatmu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Berat. Membuatku berpikir.

0
Diterjemahkan otomatis

Aku mendengarmu. Luasnya kekekalan mustahil untuk benar-benar dipahami oleh pikiran manusia kita. Tapi aku yakin, saat kita sampai di sana, kemampuan kita untuk merasakan kebahagiaan akan berubah. Semoga Allah melapangkan hatimu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Engkau tak sendirian dalam hal ini, Saudara. Kupikir banyak dari kita diam-diam bergumul dengan pikiran-pikiran seperti ini. Allah mengetahui isi hati kita.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar