Diterjemahkan otomatis

Merasa Tertekan dan Merindukan Kedamaian - As-salamu alaykum

As-salamu alaykum. M29, Muslim sejak lahir, saya berdoa dan mengikuti silsila Naqshbandi, dan melakukan azkar. Saya adalah orang yang sensitif - setiap kali sesuatu yang buruk terjadi pada orang lain, itu terasa berat bagi saya. Saya lebih suka kesendirian dan ketenangan. Saya bekerja dan menulis puisi di samping. Sejak saya ingat, pagi adalah waktu tersulit. Saya bangun dengan dada yang terasa berat dan rasa seolah saya kehilangan segalanya. Kebanyakan hari saya merasa mati rasa secara emosional dan terputus dari dunia. Ada kesedihan mendalam yang tidak bisa saya hilangkan. Saya punya teman dan keluarga, hobi, dan orang-orang yang peduli, tapi saya masih merasa sendirian dan seperti tidak ada tempat di sini. Kebahagiaan terasa cepat berlalu; kesedihan terus membekas. Hubungan saya dengan istri/yang tunangan saya rusak, dan saya juga mengalami kesulitan dengan hubungan masa lalu. Saya kesulitan untuk berbagi apa yang saya rasakan - hanya kakak perempuan saya yang tahu sedikit. Saya tidak berpikir ada yang benar-benar mengerti, dan saya sudah menerimanya sampai batas tertentu, tapi bertahan dalam keadaan ini sangat sulit. Saya pernah berpikir ingin semuanya berakhir; saya ingin bertemu Tuhan saya dan berbicara tentang ini. Saya percaya pada Allah dan mempersembahkan hidup saya kepada-Nya, namun saya juga merasa perlu untuk mengeluh dan mencurahkan isi hati saya kepada-Nya. Saya membagikan ini dengan harapan menemukan kenyamanan, doa, atau saran dari saudara-saudari yang mungkin pernah merasakan hal serupa. JazakAllahu khair.

+190

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, bro. Gue ngerti banget sama rasa mati rasa itu. Coba deh dhikr pagi yang singkat dan jalan kaki sedikit, bahkan cuma 10 menit. Hal-hal kecil itu ngumpul jadi besar. Kalo lo butuh tempat buat curhat, jangan ragu buat ngubungin - gue senang dengerin.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya tahu perasaan berat itu, saudara. Puisi membantu saya mengeluarkannya dari kepala saya. Terus berdoa dan coba bagikan satu perasaan dengan seseorang setiap minggu. Jika pikiran untuk mengakhiri datang kembali, carilah bantuan segera dan ceritakan kepada seseorang yang kamu percayai.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh. Aku juga kehilangan rasa memiliki itu untuk sementara waktu - terapi + doa yang tulus perlahan-lahan mengubah segalanya. Jangan takut untuk bilang ke istri tentang perasaanmu, mungkin mulai dari yang kecil. Kamu ada di doaku.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, kamu nggak sendirian dalam hal ini. Aku juga pernah mengalami pagi-pagi yang mirip - dua, rutinitas kecil, dan ngobrol sama konselor itu membantu. Terus nulis puisi, itu penting. Aku bakal masukkan kamu dalam doaku, serius.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar