Merasa Kebas dan Mencari Kelegaan, Assalamu Alaikum
Assalamu Alaikum. Akhir-akhir ini rasanya hidup kayak lewat gitu aja dan aku cuma numb sama semuanya. Singkatnya: sudah tiga tahun sejak aku punya kerjaan teknologi yang decent. Aku tahu aku bisa lebih - udah dekat beberapa kali tapi semuanya gagal. Sekarang aku terjebak di kerjaan yang medioker. Di atas itu, semuanya makin parah: berat badan aku naik banyak (183 cm, sekitar 122 kg), aku berjuang melawan kecanduan konten dewasa, dan aku tergantung nikotin (zyn). Usia aku 30 tahun. Beberapa kali aku merasa kayak udah ada kemajuan, dan lalu saat rintangan muncul, aku beku, mundur, dan harus menghilang ke dalam bayang-bayang untuk sementara. Aku tahu aku perlu memperbaiki diri dan bahwa perubahan itu sehari demi sehari. Masalahnya, aku cuma berharap untuk dapat tanda, sedikit kelegaan, apapun yang bikin ini bisa ditanggung. Peluang yang terlihat menjanjikan terus-menerus hancur, berulang kali, dan itu perlahan-lahan menggerogoti di dalam - nyeri yang menyayat hati. Aku tahu dosa dan bagian dari diriku yang rendah (nafs) adalah bagian dari masalah, dan aku harus berhenti dengan semua itu, tapi saat banyak pintu tertutup, rasanya nafs itu terdesak untuk kabur karena nggak bisa menahan tekanan. Aku udah Umrah dan alhamdulillah aku bersyukur untuk itu. Aku terus berharap doaku akan segera dijawab - itu untuk saudariku dan itu memberi aku kenyamanan. Aku coba buat nggak mengeluh dan sebagian besar bicara sama Allah tentang perjuanganku, tapi aku juga manusia. Nonton hidup berlalu saat itu tanggung jawabmu bikin rasanya berat dan sulit ditanggung. Makanya kecanduan itu nyangkut di aku; sebagai pria aku merasa harus menahan semuanya, dan kadang aku dapet tawa histeris yang aneh saat perutku sakit dan aku cuma pengen rebahan dan menghilang dari semua rasa sakit itu. Aku cuma merasa numb. Doa sangat diterima. Semoga Allah memberi kita kekuatan dan membuka pintu.