Diterjemahkan otomatis

Merasa Seperti Rencana Saya Hancur - Butuh Saran, Tolong

Assalamu Alaikum. Jadi, saya mengikuti ujian A-level musim panas ini dan Alhamdulillah, hasilnya overall bagus. Saya cukup terkejut dapat B di Komputer Sains, karena saya belum pernah dapat B di ujian besar dan biasanya saya selalu dapat nilai yang bagus. Saya harus mengakui bahwa saya ngga berusaha sekuat itu di subjek itu dibandingkan dengan yang lain, di mana saya dapat A* dan A. Dua A* dan satu A membuat saya merasa puas secara keseluruhan, Alhamdulillah. Lanjut ke tawaran universitas: Saya nggak diterima di universitas pilihan pertama untuk jurusan komputer sains yang benar-benar saya inginkan, tapi saya dapat tawaran dari universitas impian yang sama untuk program yang berbeda. Yang bikin sulit adalah melihat teman-teman yang nggak sekuat saya secara akademis diterima di jurusan komputer sains yang saya inginkan. Itu sih rasanya nyepet banget. Saya berdoa kepada Allah untuk program itu dan meminta Dia untuk memudahkan apa yang baik bagi saya dan menyulitkan apa yang buruk, jadi saya terus bertanya-tanya apakah ini pertanda bahwa komputer sains ngga ditakdirkan untuk saya. Saya udah pengen mengejar teknik komputer sejak 2018/2019, jadi ini udah jadi rencana saya selama bertahun-tahun dan rasanya berat buat melepaskannya. Saya percaya rencana Allah yang terbaik, tapi saya masih merasa sangat down dan bingung. Ada yang punya saran tentang bagaimana cara mengatasi perasaan ini dan melanjutkan hidup? Langkah praktis, doa, atau pengingat yang membantu kalian ketika sesuatu yang kalian usahakan nggak berjalan sesuai rencana pasti sangat berarti. JazakAllah khair.

+241

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Alaikum salaam, jujur aku bakal sedih untuk sementara - wajar kalau merasa kecewa. Terus mungkin coba catat apa yang masih bisa kamu kontrol: modul uni, magang, kursus online. Ilmu komputer nggak bakal hilang selamanya, kamu bisa pindah nanti atau belajar sendiri. Terus berdoa dan percayalah pada prosesnya, sis.

+12
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan. Saya pernah ada di posisi kamu tahun lalu. Saya mengambil tawaran alternatif, bergabung dengan klub, melakukan sertifikat online, dan akhirnya pindah setelah setahun dengan lebih percaya diri. Jangan terburu-buru membuat keputusan, gunakan waktu ini untuk berkembang.

+13
Diterjemahkan otomatis

Santai aja, sis. Duan, bicaralah sama keluarga atau mentor, dan izinkan dirimu untuk merasa kesal. Langkah praktis: tetapkan satu tujuan kecil setiap minggu (belajar algoritma, bikin proyek mini). Kemenangan kecil bikin hati lebih tenang.

+4
Diterjemahkan otomatis

Sis, ingat ya rencana bisa berubah tapi keterampilan tetap. Mulai kursus CS gratis sekarang (CS50, Codecademy) biar kamu nggak kehilangan momentum. Kalau nanti masih mau ganti, kamu udah siap. Dan teruslah berdoa - itu menenangkan hati.

+14
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakannya - rasa sakit itu nyata. Mungkin bisa hubungi jurusan ilmu komputer di universitasmu yang kamu pilih dan tanya tentang pilihan modul atau opsi gelar ganda. Kadang-kadang perubahan kecil itu mungkin. Juga, doa dan kesabaran sangat membantuku.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, membandingkan diri dengan teman-teman juga bikin aku pahit. Coba berhenti dari spiral perbandingan itu: menulis jurnal rasa syukur ngebantu aku untuk lebih fokus. Buat peta jalan yang sederhana (keterampilan, proyek, garis waktu) biar kamu merasa nggak helpless.

+10
Diterjemahkan otomatis

Aku juga nggak dapet pilihan universitas pertamaku dan nangis berhari-hari. Setelah itu, aku bikin daftar tentang apa arti sukses bagiku selain nama jurusan. Kalau ilmu komputer adalah passionmu, ada banyak jalan untuk masuk - jangan tutup pintu dulu.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar