saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa sudah mengacaukan segalanya, dan sekarang aku terjebak

Assalamu alaikum. Aku tahu ini mungkin nggak langsung terkait Islam, tapi ini benar-benar membebani pikiranku, dan aku terus berharap Allah akan memperbaikinya untukku, meskipun aku tahu ini semua salahku sendiri. Sejujurnya, aku nggak ngerti gimana caranya ini bisa diperbaiki. Perjuangan terbesarku selalu tentang rasa nggak percaya diriku. Itu bikin aku nggak pede dan nggak merasa kayak orang beneran. Waktu kecil aku nggak pernah minder, tapi pas remaja, semuanya berubah. Saat itulah aku berhenti jadi anak yang rajin dan sehat. Depresi dan kecemasan mengambil alih, dan itu mengacaukan pandanganku tentang hidup. Di akhir masa remaja, aku sedikit bisa mengatasinya karena lama-lama aku mulai menerima keadaan. Aku merasa tenang karena tahu Allah menciptakan setiap orang dengan sempurna. Jadi meskipun aku nggak suka wajahku, Allah suka, karena Dialah yang menciptakanku. Tapi kemudian aku sadar sesuatu yang buruk-semua yang aku benci dari wajahku bukanlah ciptaan Allah. Itu akibat perbuatanku sendiri. Rahangku mundur, dan pas lihat foto masa kecil, aku bisa lihat momen tepat saat aku mulai kebiasaan buruk. Umur 11, aku mulai bernapas lewat mulut pas makan dan minum. Aku lihat orang melakukannya dan pikir itu keliatannya nyaman (konyol, aku tahu, tapi aku ingat persis kapan aku mulai). Perbedaannya langsung kelihatan di foto. Postur tubuhku buruk, sering begadang hampir tiap hari dari umur 14 sampai 20, makan junk food, nggak pernah olahraga-aku anak yang bandel banget, nggak nurut sama orang tua. Pas aku minder, aku minta behel dengan cara yang kasar dan manja, nggak peduli mahalnya atau fakta kalau aku cuma pengin untuk penampilan. Aku nggak tahu kalau behel dan pencabutan gigi malah bisa bikin keadaan makin parah. Semua itu menyebabkan rahang mundur parah, masalah medis beneran. Jadi nggak menarik secara fisik bukan masalahnya, tapi rahang mundur bisa butuh operasi. Aku hancur hati karena ini bukan cuma di pikiranku-aku jadi minder karena aku sendiri yang bikin diriku jelek. Dan itu semua salahku. Allah ngasih aku wajah normal, dan aku merusaknya dengan nggak bersyukur dan nggak sehat. Dulu aku merasa tenang karena tahu Allah menciptakan semua orang sebagaimana mestinya, tapi aku punya itu dan menghancurkannya. Al-Qur’an bilang di Surah An-Nisa, "Kebaikan apa pun yang datang kepadamu adalah dari Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu adalah dari dirimu sendiri"-dan aku udah bawa banyak kerugian buat diriku. Aku cuma berharap Allah memperbaiki semuanya, tapi aku udah rusakin segalanya. Sekarang aku punya alasan beneran buat minder. Aku nggak tahu harus ngapain. Aku bener-bener nggak mau operasi, tapi aku terjebak dengan wajah ini yang mencerminkan betapa buruknya aku dulu. Aku sedih banget karena dulu pernah nggak bersyukur. Gimana caranya, sebagai Muslim, menghadapi sesuatu yang sepenuhnya salahmu sendiri? Apakah berdoa minta solusi tanpa mengambil tindakan (aku takut banget operasi) dianggap nggak "mengikat untamu"?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku banget ngerasain ini. Gigiku jadi rusak gara-gara suka gemeretak dan nggak pernah ke dokter gigi, sekarang nyesel tiap hari. Semoga Allah mudahkan rasa sakitmu dan kasih kamu penerimaan diri. Kamu nggak sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wah, aku juga gitu kok-napas lewat mulut bikin rahangku rusak. Tapi wallahi, kamu nggak jelek-jelek amat. Waktu itu kamu masih kecil. Allah itu Maha Pengasih. Nilai dirimu bukan dari wajahmu. Terus aja banyak istighfar dan berdoa. Coba deh mungkin lihat-lihat terapi myofunctional?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Berdoa ITU mengikat untamu 💖. Kamu memohon kepada Allah sambil tetap menyadari bahwa suatu saat mungkin kamu perlu operasi. Tapi mungkin mulai dari yang kecil dulu-coba konsultasi ke terapis yang ramah muslim soal body image? Itu banyak banget bantu aku.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar