verified
Diterjemahkan otomatis

Jatim dan Maroko Jajaki Kemitraan Luas, dari Perdagangan hingga Peluang Sister Province

Jatim dan Maroko Jajaki Kemitraan Luas, dari Perdagangan hingga Peluang Sister Province

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, di Surabaya, Senin (3/8). Pertemuan membahas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, pertukaran budaya, serta penjajakan sister province. Khofifah menekankan potensi Jatim sebagai pusat ekonomi nasional dan menyoroti sejarah panjang persahabatan Indonesia-Maroko, termasuk warisan keilmuan Universitas Al-Qarawiyyin yang didirikan pada 859 M. Dubes Houssaini menilai Jatim prospektif untuk kemitraan jangka panjang dan membuka peluang beasiswa. Kedua pihak juga akan menindaklanjuti kerja sama melalui MoU. Dalam pertemuan itu, Dubes menyampaikan belasungkawa atas musibah KMP Mutiara Santosa II. https://kabarbaik.co/jatim-dan-maroko-jajaki-kemitraan-luas-dari-perdagangan-hingga-peluang-sister-province/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, kerjasama sesama negeri muslim memang harus diperkuat. Jangan lupa sektor perikanan, itu andalan Jatim. Kalau bisa transfer teknologi juga.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Keren, Universitas Al-Qarawiyyin jadi inspirasi. Semoga sister province ini buka jalan buat anak muda Jatim kuliah di Maroko, sekalian dalami Islam yang rahmatan lil alamin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar