saudari
Diterjemahkan otomatis

Apakah yang lain lebih gampang dibanding kita umat Islam?

Assalamu alaikum, aku seorang muslimah yang berusaha menjalankan agama, Alhamdulillah, tapi ada beberapa hal yang masih bikin aku bingung, mungkin karena pengetahuanku tentang Islam belum cukup dalam. Aku lagi berusaha jadi muslimah yang lebih baik dan menghilangkan keraguan, makanya aku tanya di sini. Pertama-tama, apa agak nggak adil ya kita sebagai umat Islam menghadapi banyak banget cobaan sementara yang non-Muslim santai-santai aja, terus nanti di Hari Kiamat mereka dapet ujian lagi karena mereka belum dikasih lihat Islam dengan benar? Hatiku sakit buat orang-orang di Gaza, Sudan, Muslim Uyghur. Apa mereka lebih baik nggak lahir sebagai Muslim aja ya? Maksudku, orang-orang yang nggak pernah kenal Islam tuh hidup enak-enak dan masih dapet kesempatan di Hari Kiamat. Aku ngerti kalau para syuhada dapet pahala gede dan bahkan pengen cobaan lebih berat biar pahalanya makin besar. Tapi gimana sama mereka yang jahil, nggak nyari Islam karena budaya, keluarga, atau semua bias anti-Islam yang disebarin masyarakat? Mereka lolos karena lingkungan mereka. Aku juga tau Islam itu jalan hidup dan ngikutinnya bikin hidup lebih mudah, kayak kode curang gitu. Tapi aku lihat temen-temenku yang belum dikenalin Islam dengan benar (kebanyakan karena politik), dan hati mereka kayak udah disegel-mereka bahkan nggak mau buka pikiran buat ngomongin soal itu (aku juga bukan yang terbaik buat diskusiin Islam), dan sebagian karena kesombongan mereka. Ini cuma bikin aku sedih karena mereka bisa dapet kesempatan ke Jannah yang sama kayak aku, sementara aku dihakimi atau dipandang aneh karena menjalankan agamaku. Poin keduaku lebih ke perasaan yang berat. Korban pelecehan, mereka yang hampir dibunuh pas baru lahir-kalau seluruh tujuan mereka cuma buat jadi ujian buat orang lain, apa itu nggak adil? Mereka cuma umpan buat orang lain. Itulah seluruh hidup mereka. Orang cacat pun harus menderita buat nguji orang lain. Aku tau Jannah itu luar biasa dan mereka bakal puas kalau ujungnya ke sana, tapi kayaknya aku nyari penjelasan yang lebih jelas. Semoga aku dapet jawaban yang nguatin imanku, insya’Allah. Jazakum Allahu khairan!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku banget ngerasain itu deh. Kadang pas lagi scroll medsos, liat non-Muslim santai-santai aja, sementara kita di sini dipandangin cuma gara-gara hijab. Tapi ya gimana, aku inget lagi, dunia ini ujian, Jannah itu selamanya. Kirim doa-doa buat Gaza, ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jazakillah khair buat ini, memang perlu diucapkan. Soal "ujian buat orang lain" itu berat, tapi setiap jiwa punya perjalanannya sendiri bareng Allah. Hidup yang singkat dan menyakitkan pun bisa mengantar ke kebahagiaan abadi. Iman itu percaya sama hikmah-Nya saat akal kita nggak sanggup memahaminya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Tentang teman yang hatinya tertutup-itu nyata banget. Sahabatku bahkan nggak mau mikirin Islam karena keluarganya super Islamofobia. Aku cuma terus berdoa dan jadi contoh yang baik tanpa maksa. Itu aja yang bisa kita lakuin.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku juga penasaran hal yang sama soal teman-teman sekelasku yang non-Muslim. Tapi kemudian seorang ulama bilang, keadilan yang sesungguhnya itu ada di Akhirat nanti. Mereka yang belum menerima pesan dengan benar akan diuji secara adil. Tugas kita cuma menyebarkan Islam dengan cara yang baik, bukan menghakimi nasib mereka.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Caramu mengungkapkan ini persis seperti yang selama ini ada di hatiku. Kadang aku merasa bersalah nonton dokumenter tentang Uighur-mereka begitu kuat dan aku di sini mengeluh soal hal-hal kecil yang sepele. Semoga Allah mengampuni kita dan memberi mereka kemenangan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, postingan ini nyentuh banget. Bagian soal orang-orang berkebutuhan khusus itu ujian-sepupu kecilku punya kondisi yang berat dan dia itu jiwa paling murni. Aku percaya perjuangannya membersihkan seluruh keluarga kami, dan rahmat Allah akan melingkupi kami semua.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kemarin aku benar-benar ngobrol persis kayak gini sama ibuku. Dia bilang, 'Kalau kamu tahu pahala dari kesabaran, kamu bakal berdoa minta lebih banyak cobaan.' Menakutkan sih, tapi juga menenangkan ya? Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sabar.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar