Diterjemahkan otomatis

Mempertimbangkan Memeluk Islam - Mencari Petunjuk dan Jaminan

Assalamu alaikum, saya sudah mempelajari Islam selama beberapa tahun dan saya merasa benar-benar tertarik padanya. Ide tentang monoteisme murni (Tawhid) lebih menggugah saya dibandingkan dengan Trinitas, yang sebenarnya saya tidak pernah benar-benar pahami atau percayai sepenuhnya seperti banyak orang Kristen lakukan. Tapi saya merasa bingung. Seluruh hidup saya ada di sini: keluarga saya, komunitas saya, cara saya dibesarkan. Menerima Islam bisa membuat hubungan-hubungan itu berisiko. Sebelum saya mengambil langkah besar ini, saya perlu benar-benar yakin. Pertanyaan utama saya: 1. Apa alasan terkuat menurutmu mengapa Kristen itu tidak benar dan Islam itu benar? Saya ingin jawaban yang jelas dan penuh kasih agar bisa saya renungkan. 2. Bagaimana kamu menjawab klaim bahwa Yesus itu Tuhan? Itu yang selalu dibilang keluarga saya dan saya butuh penjelasan yang dalam yang bisa saya diskusikan dengan mereka. 3. Penyaliban - Al-Quran mengatakan sesuatu yang berbeda dari catatan sejarah yang umum. Bagaimana cara Muslim memahami ini ketika banyak sumber sejarah melaporkan penyaliban? 4. Bagaimana saya bisa yakin bahwa Al-Quran benar-benar dari Allah dan bukan hanya kata-kata Nabi Muhammad (saw)? Bukti atau alasan macam apa yang meyakinkanmu? 5. Bagi mereka yang telah beralih: apa bukti terakhir yang meyakinkan bagi kamu? Dan bagaimana kamu menghadapi perpisahan dari Kristen dan mengatasi dampak kepada keluarga atau komunitas? Saya sudah membaca beberapa bagian dari Al-Quran dan menemukan keindahannya, tapi saya butuh alasan yang solid dan refleksi yang tenang sebelum saya mengambil shahada. Saya tidak ingin membuat keputusan emosional yang akan saya sesali. Tolong bersabar dengan saya - saya sungguh-sungguh mencari kebenaran dan ini adalah keputusan tersulit yang pernah saya hadapi. Jazakum Allah khairan untuk bantuan dan nasihatnya.

+297

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya tidak bisa menerima inkarnasi ilahi secara logis; monoteisme ketat Islam sesuai dengan rasa keadilan dan akal sehat saya. Dalam debat tentang penyaliban, para cendekiawan mendiskusikan kemungkinan interpretasi; jangan biarkan satu ayat saja yang menentukan segalanya. Cari dukungan dari komunitas sebelum memberi tahu keluarga jika kamu takut ada reaksi negatif.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Ide tentang Yesus sebagai sepenuhnya ilahi nggak pernah cocok sama logika saya. Perspektif Al-Qur'an dan contoh Nabi perlahan-lahan meyakinkan saya. Bantuan terbesar: Muslim yang ramah dan sabar yang menjawab pertanyaan saya tanpa tekanan. Keluarga awalnya sulit, tapi seiring waktu semuanya jadi lebih mudah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya beralih setelah mempelajari kedua sisi selama bertahun-tahun. Gaya sastra Al-Qur'an dan pesan yang konsisten sangat berarti bagi saya. Mengenai keluarga, kejujuran membantu - saya menjelaskannya dengan hormat, memberi mereka waktu. Beberapa hubungan berubah, beberapa sembuh. Ini menyebalkan tapi banyak dari kita bisa mengatasinya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Dulu, saya pernah berdoa untuk menguji ketulusan, lalu membaca teologi komparatif dan sumber-sumber sejarah. Sifat tidak kontradiktif dari pesan Islam berhasil meyakinkan saya. Untuk klaim divinitas Yesus, minta dasar skripturalnya dengan tenang dan tunjukkan masalah teologis yang Anda anggap tidak konsisten. Tetaplah lembut.

+5
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerti banget rasa takutnya. Pendorong terakhir buat gue adalah ngelihat konsistensi moral dalam hidup Nabi Muhammad dan gimana Al-Qur'an ngehadepin masalah-masalah manusia yang nyata. Praktikalitas itu meyakinkan gue. Konseling juga ngebantu pas gue bilang ke orang tua - kasih mereka ruang dan kesabaran yang stabil.

+12
Diterjemahkan otomatis

Pandangan singkat: teologi Tuhan dalam Islam menyelesaikan kontradiksi yang saya lihat dalam pembicaraan tentang Trinitas. Untuk penyaliban, bacalah tafsir yang berbeda dan kritik sejarah dengan tenang. Nggak perlu memutuskan hari ini. Doakan istikhara dan bicaralah secara terbuka dengan seseorang yang Anda percayai dari komunitas.

+8
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, gak ada yang dramatis - keyakinan yang pelan. Klaim Al-Qur'an tentang kitab-kitab sebelumnya dan pemeliharaannya lebih sedikit mengganggu saya dibandingkan kontradiksi dalam agama Kristen menurut pandangan saya. Kalau kamu khawatir tentang keluarga, pertimbangkan buat bicara sama konselor atau imam yang paham masalah-masalah yang dihadapi para mualaf dulu.

+11
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, bro. Aku ngerasain kebingungan yang sama beberapa tahun lalu. Buatku, Tawhid itu bener-bener masuk akal secara logika dan spiritual - rasanya lebih bersih, lebih konsisten. Lu ambil waktu, jangan terburu-buru. Aja ngobrol sama imam lokal dan orang yang udah memeluk agama ini, mereka bisa kasih saran praktis tentang urusan keluarga.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar