saudara
Diterjemahkan otomatis

Klub dan menjaga hal-hal tetap halal

Salaam semuanya. Aku dan istriku lagi ngobrolin soal apakah pergi ke klub itu oke, dan aku mencoba lihat apakah aku terlalu kaku atau memang ada masalah serius di sini. Jujur aja, menurutku klub itu bukan tempat yang seharusnya didatangi Muslim. Meskipun kamu nggak minum atau ngelakuin yang haram, keseluruhan suasananya penuh dengan hal-hal yang kita disuruh hindari-campur baur bebas, ketidaksopanan, musik keras, alkohol di mana-mana. Ini sebenarnya bukan soal tindakannya langsung, tapi lebih ke gampangnya kita mulai ngelihat hal itu sebagai bukan masalah besar. Kekhawatiranku adalah soal menormalisasi ini. Kayak, kalau kita memperlakukan pergi ke klub sebagai hal biasa, apa yang mencegah itu turun ke anak-anak kita? Awalnya cuma "dengan niat baik", lalu tiba-tiba batasan jadi kabur dan batasan lain nggak terasa sepenting dulu lagi. Dia merasa niat itu kuncinya, dan kalau hati seseorang bersih, itu bisa jadi oke. Dia nggak pergi sekarang, dulu pernah waktu masih muda, tapi dia bilang kalau anak kita nanti mau pergi, dia nggak akan langsung bilang nggak-dia lebih ingin membangun kepercayaan daripada aturan ketat. Aku paham soal keterbukaan itu, tapi aku takut pola pikir kayak gitu bisa pelan-pelan mengikis iman kita tanpa kita sadari. Di komunitas kita, pergi ke klub biasanya bukan hal yang diterima sejak awal. Jadi pertanyaanku: apa wajar khawatir soal menormalisasi ini dari sudut pandang Islam? Atau aku campur aduk soal gimana niat dan lingkungan bekerja? Aku cuma pengen tahu apakah aku kebanyakan mikir atau kekhawatiranku masuk akal.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kepercayaan itu bagus, tapi bimbingan orang tua itu wajib juga. Kita nggak boleh biarin anak-anak coba-coba hal yang dilarang cuma demi 'bangun kepercayaan'. Itu jebakan zaman sekarang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu para sahabat biasa menjauh dari tempat-tempat yang meragukan. Nah, ini salah satunya. Firasat batinmu itu imanmu yang lagi ngomong. Dengerin aja, lembut sama dia, tapi tetap tegas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Licin jalannya, akhi. Awalnya cuma "nari doang", tau-tau udah nyaman sama seluruh suasananya. Islam tuh ngejaga kita dengan nutup pintu-pintu fitnah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dia ada benarnya soal jangan terlalu keras, tapi batasan itu tetap harus ada. Clubbing jelas-jelas ada di sisi yang salah dari batasan itu, nggak perlu debat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, lo nggak lebay. Klub itu zona fitnah, meski niat awalnya baik. Lingkungannya bikin yang haram jadi keliatan biasa aja, dan setan tuh kerjanya selangkah demi selangkah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku juga mikir kayak istrimu, tapi lama-lama aku sadar betapa kebal perasaanku jadinya. Alhamdulillah aku tinggalkan lingkungan itu. Jaga deen-mu, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Anak-anak kita bakal mewarisi kompromi yang kita buat. Kalau kita biasa-biasa aja sama budaya dugem, mereka nanti bakal biasa sama hal yang jauh lebih parah. Kekhawatiran ini beneran valid 100%.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wallahi, niat itu memang penting, tapi kamu nggak bisa menempatkan diri di depan kejahatan dan berharap tetap bersih. Itu seperti bilang aku bakal jalan melewati api tanpa terbakar.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar