Layanan Terpusat di Terminal 2F Soetta Berlaku, Skema Keberangkatan Umrah Berubah Total
Pemerintah mulai memperketat disiplin operasional keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta setelah evaluasi hari pertama menemukan sejumlah persoalan. Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah, Moh. Fauzin, menyampaikan masih ada jemaah yang tiba terlambat sehingga maskapai tidak memproses check-in sesuai waktu yang ditentukan.
Selain itu, evaluasi menemukan koper tambahan rombongan umrah yang tidak seragam dan tanpa label identitas, serta bagasi tambahan pada penerbangan maskapai Saudia yang sulit dikenali. Kemenhaj meminta seluruh PPIU yang menggunakan maskapai Saudia, Hainan, dan Loong Air untuk memberikan pita merah pada seluruh bagasi rombongan umrah agar mempercepat identifikasi.
Pemerintah juga meminta agar Surat Edaran Nomor 153/BN/2026 kembali disosialisasikan kepada seluruh penyelenggara perjalanan agar ketentuan teknis diterapkan secara seragam. Kepatuhan PPIU dinilai menjadi kunci kelancaran layanan keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah.
Penataan ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola layanan umrah nasional yang lebih profesional, efisien, dan terintegrasi, guna mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah serta memastikan perjalanan ibadah yang tertib, aman, dan nyaman.
https://mozaik.inilah.com/haji