verified
Diterjemahkan otomatis

Pemuda Katolik Laporkan Ceramah JK ke Polda Metro Jaya

Pemuda Katolik Laporkan Ceramah JK ke Polda Metro Jaya

Pengurus Pusat Pemuda Katolik, melalui Ketua Umum Stefanus Gusma, telah mengkritik pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terkait pandangan umat beragama dalam konflik dan konsep syahid. Gusma menilai pernyataan tersebut keliru secara teologis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Kristiani, tidak dikenal konsep mati syahid dengan membunuh, melainkan penekanan pada kasih, pengorbanan, dan penderitaan tanpa balas kekerasan, dengan merujuk pada Injil Matius 5:44. Sebagai langkah konkret, organisasi tersebut melaporkan isi video ceramah JK ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026, dengan nomor register LP/B/2546/IV/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA. Laporan ini didampingi oleh Ketua Umum GAMKI, Sahat Sinurat, dan menggunakan pasal-pasal terkait tindak pidana penistaan agama dalam UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP. Tujuannya adalah untuk mencegah kesalahpahaman yang lebih luas dan tidak memperkeruh situasi. Juru bicara JK, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa video viral berasal dari ceramah JK di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 5 Maret 2026. Menurutnya, JK tidak sedang menjelaskan ajaran teologi agama, melainkan menggambarkan realitas sosiologis saat konflik komunal di Poso dan Ambon pada awal era reformasi, di mana terdapat kelompok dari kedua pihak yang menyerukan perang suci dan mengklaim syahid. https://www.gelora.co/2026/04/pemuda-katolik-tempuh-jalur-hukum-soal.html

+2

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Biarin pihak berwajib yg nanganin, kalo semua laporan ginian diumbar malah jadi ribut.

+1
Diterjemahkan otomatis

Waduh, kayaknya bahas teologi itu emang sensitif. JK kan lagi cerita realita sosial, bukan mau ngajarin agama lain. Tapi laporin ke polisi juga hak mereka sih.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar