Diterjemahkan otomatis

Saudara-saudari, bagaimana kalian menangani shalat selama jam kantor?

Assalamu alaikum semuanya. Ini sering terlintas di pikiranku akhir-akhir ini, dan aku benar-benar menghargai pemikiran dan pengalaman kalian. JazakAllah Khair untuk semua tips yang dibagikan. Bagiku, shalat Dhuhr dan Asr yang paling menantang. Bisa sulit dengan meeting yang beruntun dan bekerja di ruang kantor terbuka. Selalu ada perasaan itu ketika aku harus pergi sebentar di sore hari sementara orang lain fokus pada pekerjaan mereka. Ini beberapa hal yang sudah aku coba lakukan: * Menganggap waktu shalat sebagai janji penting di kalender kerjaku. * Mencari tempat sepi, seperti ruang rapat kosong, untuk shalat. * Sesekali menggabungkan shalat Dhuhr dan Asr ketika benar-benar tidak bisa dihindari (meskipun aku berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukannya). * Berbicara terbuka dengan manajerku sejak awal ini lebih membantu dari yang kuduga. Meski begitu, aku terkadang merasa bersalah jika shalat dengan cepat di sela-sela panggilan atau menundanya sampai menit terakhir yang masih diperbolehkan. Untuk kalian yang bekerja di lingkungan serupa bagaimana kalian memastikan bisa shalat tanpa mempengaruhi pandangan rekan kerja terhadap kalian? Sudahkah kalian bicara dengan rekan kerja tentang ini? Apakah kalian punya tempat khusus untuk shalat? Pernahkah ini menimbulkan kesalahpahaman atau kesulitan? Aku ingin sekali mendengar bagaimana orang lain menghadapi ini. Rasanya ini topik yang harus lebih sering kita diskusikan.

+40

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar relate banget. Aku udah booking ruang meeting cuma buat sendiri pas waktu Dhuhr. Sekarang rekan-rekan kerjaku udah oke aja sama itu.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar