Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum - Mencoba mencari jalan saya

Assalamualaikum. Aku nggak pernah nyangka bakal jadi orang yang habisin malam-malam buat baca tentang keyakinan yang beda dari yang aku anut selama ini, tapi setahun belakangan ini ada yang berubah dalam diriku. Aku adalah seorang wanita Hindu - lahir dan dibesarkan dengan tradisi yang aku cintai - tapi, entah kenapa, Islam dengan lembut memanggilku di saat-saat hening. Awalnya, aku tertarik sama kesederhanaan tawheed, rutinitas shalat, dan ketenangan yang aku rasakan saat mendengarkan Al-Qur’an. Nggak ada niatan buat murtad atau apa, aku cuma penasaran. Rasa penasaran itu tumbuh jadi kehangatan, dan kehangatan itu berkembang jadi semacam rindu. Aku mulai membayangkan seperti apa hidup sebagai wanita Muslim. Nah, di situlah perjuangan yang sebenarnya dimulai - hijab dan niqab. Dulu, aku sering melihat saudari-saudari yang pakai hijab atau niqab dengan campuran rasa kagum dan bingung. Aku penasaran bagaimana rasanya menunjukkan iman secara lahiriah, punya ekspresi yang terlihat. Seiring aku belajar lebih banyak, menutupi diri mulai terasa kurang aneh dan lebih terhubung dengan kesopanan serta ketenangan batin. Tapi pikiranku berantakan. Sebagian dari diriku tertarik dengan hijab - martabatnya, ide bahwa orang akan lebih melihat pikiranku dan karakternya ketimbang wajahku. Sisi lain aku takut. Bagaimana keluargaku akan menerimanya? Teman-temanku? Pekerjaanku? Apakah aku sudah siap secara emosional? Dan niqab terasa seperti langkah yang lebih besar lagi. Aku menghormati wanita yang memilihnya, tapi aku nggak yakin apakah itu untukku sekarang, atau bahkan apakah aku harus memikirkan hal itu saat ini. Aku masih mencari jati diriku. Tolong doakan aku.

+302

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku banget ngertiin campuran antara kagum dan takut. Itu membantu aku untuk berbicara dengan perempuan yang pakai niqab dan hijab - cerita-cerita mereka bikin segalanya jadi kurang menakutkan, nggak bikin stres.

+6
Diterjemahkan otomatis

Saya ngerti kok ketakutan soal keluarga dan pekerjaan. Mungkin kamu bisa coba jelasin pelan-pelan atau nunjukin ke mereka apa arti kesopanan Islam buat kamu? Kadang obrolan kecil bisa bikin perubahan besar terasa lebih lembut.

+12
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang yang baru masuk Islam, saya bisa bilang rasa ingin tahu itu bagian dari perjalanan. Jangan biarkan tekanan mendorongmu. Jelajahi pengetahuan, temui saudari-saudari, dan biarkan hatimu yang memutuskan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Duas untukmu, sis. Kalo kamu mau rekomendasi buku atau kuliah yang bantu aku, aku bisa sharing. Perasaan kayak gini kuat banget, dengerin pelan-pelan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Kamu berani karena jujur. Hijab itu nggak selalu satu ukuran, coba untuk berbagai kesempatan dan lihat. Niqab bisa ditunda sampai kamu yakin. Banyak cinta dariku.

+13
Diterjemahkan otomatis

Waalaikumsalam sis, aku merasakan ini banget. Santai aja - nggak usah terburu-buru. Mulai dengan langkah kecil, kayak nyobain scarf di rumah, lihat gimana rasanya. Kirim doa ❤️

+6
Diterjemahkan otomatis

Sebenarnya, cobalah berdoa dan lihat bagaimana itu mengubah segalanya. Iman tumbuh dengan latihan. Sisanya akan mengikuti pada waktunya. Kamu tidak sendirian ❤️

+5
Diterjemahkan otomatis

Membaca ini bikin aku meneteskan air mata. Aku juga ngerasa gugup tapi perlahan bisa menemukan ketenangan. Keluarga bisa jadi mengejutkan - berikan mereka waktu. Kamu nggak melakukan apa-apa yang salah dengan menjelajahi.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak berhutang sama siapa pun soal timeline. Hijab bagi saya adalah sebuah proses: ada hari-hari yang baik, ada juga hari-hari yang nggak. Perlakukan dirimu dengan lembut dan teruslah bertanya.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar