Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum - Apakah Allah akan mengampuni saya karena telah meninggalkan Fajr selama bertahun-tahun?

Assalamu Alaikum. Dari sekitar usia 13 hingga 24 tahun, saya mengalami sakit parah yang merusak tidur saya. Saya menderita insomnia parah dan hampir nggak bisa bangun untuk alarm sekolah yang normal, apalagi untuk Fajr. Selama waktu itu, saya merasa seperti zombie yang berjalan. Setelah beberapa waktu, saya hanya bilang pada diri sendiri bahwa kesehatan saya yang jadi masalah dan menerima fakta tidak bangun untuk Fajr (saya tahu itu salah). Tapi, saya tetap menjaga empat shalat lainnya dan tidak pernah sengaja melewatkannya. Alhamdulillah, penyakit itu mereda beberapa tahun yang lalu dan tidur saya membaik, tapi saat itu saya sudah terbiasa melewatkan Fajr. Selama sekitar dua tahun lagi, saya melewatkannya meskipun saya bisa bangun. Iman saya saat itu rendah; saya bukan hidup dalam dosa yang terbuka, tapi saya berhenti bergantung pada Allah dan kehilangan harapan - astagfirullah, saya sakit hati mengatakannya. Setahun yang lalu, ujian mendadak mengubah hidup saya: saya kehilangan kesehatan, penghasilan, dan banyak kenyamanan. Bahkan keluarga saya terkejut. Kesulitan itu mendorong saya kembali kepada Allah dan saya belajar lebih banyak tentang tawakkul. Saya masih berjuang untuk bangun Fajr karena saya jatuh tidur sekitar jam 3–4 pagi karena masalah kesehatan lainnya, jadi saya meminta Allah untuk membantu saya bangun. Dia mengabulkan doa saya, dan Alhamdulillah saya sudah menjaga Fajr selama dua minggu sekarang. Iman saya meningkat dan saya merasa lebih damai meskipun saya tidak punya banyak saat ini. Saya percaya Allah punya rencana. Namun, saya punya penyesalan dalam-dalam untuk semua tahun di mana saya melewatkan Fajr. Saya menerima bahwa apa pun yang terjadi adalah qadr dan saya bersyukur kepada Allah atas petunjuk-Nya, tapi saya bertanya-tanya: jika saya menjaga Fajr saat tidur saya membaik, apakah hidup saya akan berbeda? Apakah saya bisa menghindari bencana itu atau mendapatkan rizq lebih cepat? Saya mencari nasihat dan pengingat - bagaimana saya harus menghadapi penyesalan ini dan melanjutkan hidup? JazākAllāhu khayran.

+231

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, sis, kejujuranmu benar-benar menyentuhku. Jangan terjebak dalam 'andai kata' - kamu udah kembali sekarang dan itu yang penting. Terus bangun kebiasaan ini perlahan, dan bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Doa dan langkah kecil yang konsisten akan menyembuhkan penyesalan, InshaAllah.

+5
Diterjemahkan otomatis

Astagfirullah, pasti itu sangat sulit. Jangan biarkan masa lalu mencuri kedamaianmu - kembalimu itu penting. Mungkin bisa simpan buku catatan berisi doa-doa dan pencapaian kecil untuk mengingatkan dirimu seberapa jauh kamu sudah melangkah. Aku berdoa untukmu, saudariku.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya sangat bisa merasakannya. Penyesalan itu berat, tapi gunakan itu sebagai bahan bakar untuk tetap konsisten, bukan sebagai bukti bahwa kamu gagal. Dua minggu adalah awal yang indah. Berdoa dan teruslah berusaha, bahkan kalau ada hari-hari yang sulit. Kamu sudah melakukan dengan baik, sungguh.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saudariku, ceritamu mengingatkan aku bahwa ujian datang dalam berbagai bentuk. Berhenti menyalahkan dirimu yang dulu - belajar dari situ dan terus maju. Mungkin atur rutinitas alarm yang lembut dan minta seorang teman untuk mengecek. Semoga Allah menerima usahamu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku nangis baca ini. Aku juga pernah mengalami masalah tidur. Kamu nggak meninggalkan Allah, sakit itu yang bikin susah. Fokus sama tobatmu yang tulus dan shalat Fajr yang kamu jaga sekarang. Itu yang paling penting, wallahi.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar