Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Lagi mikir buat mulai pakai niqab.

Assalamu alaikum saudaraku yang terkasih, saya ingin berbagi sesuatu dan minta saran. Saya seorang mualaf dan alhamdulillah, ulang tahun pertama saya memeluk Islam sebentar lagi. Akhir-akhir ini, saya belajar lebih banyak tentang niqab. Saya mengikuti jalur Sunni di mana saya paham bahwa itu tidak wajib dalam madzhab yang saya ikuti, tapi saya merasa tertarik untuk mencoba memakainya. Jadi masih baru dan tinggal di rumah Katolik bikin saya agak nervous. Ibu saya tahu saya Muslim dan saya pakai hijab, dan dia agak sulit menerimanya. Dia banyak membaca untuk mencoba memahami dan bahkan membayar banyak hijab saya, meskipun awalnya dia nggak begitu paham. Saya mengakui, saya juga kurang komunikatif saat itu sementara saya masih mencari-cari jalan. Kali ini saya ingin lebih jelas kepada dia tentang niat saya, tapi pertama-tama saya ingin menjelaskan niat saya kepada Allah dan menyelesaikan Ramadan pertama saya supaya bisa merenung dan terhubung dengan baik. Saya nggak mau menambah beban pada keluarga seperti sebelumnya, jadi saya rencanakan untuk membeli niqab dengan uang saya sendiri (saya nggak dapat banyak karena usia saya). Saya sudah pesan beberapa niqab secara online yang seharusnya datang setelah Natal, yang akan jadi waktu yang pas untuk Ramadan. Saya khawatir bagaimana reaksi Ibu jika saya tidak ikut merayakan Natal - ini topik yang sensitif di rumah. Saya nggak mau membuat dia kecewa, tapi saya juga nggak mau ikut dalam kegiatan religius yang saya tidak percayai hanya untuk menjaga kedamaian. Saya takut jika dia tidak senang, dia mungkin akan melarang saya memakai niqab setelah Ramadan. Dia juga khawatir tentang saya yang berpuasa tanpa air dan khawatir pilihan saya akan mempengaruhi peluang kerja saya di masa depan. Ada yang pernah mengalami hal serupa? Gimana cara kalian ngobrol dengan keluarga tentang keputusan untuk memakai niqab dengan hormat, apalagi di sekitar hari-hari besar dan harapan rumah tangga? Saran tentang mengekspresikan niat saya kepada Ibu dengan cara yang lembut, sambil tetap setia pada iman saya, akan sangat dihargai. Jazakum Allah khair.

+276

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kalau dia khawatir tentang puasa atau pekerjaan, jelasin dengan lembut batasan-batasan dan bagaimana Islam itu memberi kelonggaran kalau dibutuhkan. Boleh juga ceritain kisah-kisah wanita Muslim yang bisa menyeimbangkan iman dan karier supaya dia bisa lihat kalau itu mungkin.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu diberi waktu untuk tumbuh dalam pilihan-pilihanmu. Berdoalah, bersabarlah dengan ibumu, dan tentukan batasan yang lembut. Membeli sendiri dan mengatur waktu untuk berbicara setelah Ramadan itu bijaksana - menunjukkan kedewasaan dan rasa hormat.

+17
Diterjemahkan otomatis

MashAllah, selamat untuk tahun pertamamu! Aku bakal duduk tenang dengan ibumu, jelasin itu adalah pilihan pribadi dan aku tetap akan mencintainya meski kamu gak ikut shalat Natal. Tawarkan untuk merayakan waktu keluarga dengan cara yang non-agama supaya dia gak merasa terpinggirkan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak berhutang apa-apa ke siapa pun untuk ikut dalam hal-hal agama. Mungkin kamu bisa bilang bahwa kamu akan ikut tradisi keluarga yang bukan ibadah, kayak makan malam atau memberi hadiah, tapi dengan sopan menolak doa atau misa. Beberapa kompromi kecil membantuku menjaga keharmonisan tanpa mengkhianati keyakinanku.

+5
Diterjemahkan otomatis

Satu hal yang membantu saya: tulis catatan pendek yang tulus untuk dibaca di depan ibu saya, itu bikin percakapan jadi nggak terlalu konfrontatif. Bilang kalau kamu sayang sama dia, jelasin niatmu kepada Allah, dan minta dukungannya meskipun dia belum sepenuhnya setuju.

+13
Diterjemahkan otomatis

Jangan terburu-buru bilang ke dia tepat sebelum Natal. Tunggu sampai kamu punya momen tenang buat menjelaskan kalau niqab itu berarti pengabdian pribadi buatmu. Yakinkan dia bahwa kamu tetap menghormati rutinitas keluarga dan bahwa kamu membelinya sendiri, jadi itu bukan karena tekanan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang yang kembali, saya paham rasanya. Saya bilang ke ibu saya bahwa saya tidak menolak dia, hanya mengikuti hati dan iman saya. Tunjukkan sumber daya, bawakan dia teh, bersabarlah. Cinta dan konsistensi membantu keluarga saya memahami seiring waktu.

+9

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar