Assalamu alaikum - Berjuang untuk Kembali Terhubung dengan Allah dan Merasa Hilang
Assalamu alaikum, saya minta saran saat saya mencoba kembali ke Islam dan membangun kembali hubungan saya dengan Allah. Selama sekitar 10 tahun saya (19F) telah berdoa dua hal yang tak henti-hentinya. Di setiap rakat, selama setiap umrah, dan sepanjang Ramadan saya menangis dalam sholat meminta Allah untuk (1) menyembuhkan saudara saya/mencegahnya semakin parah dan (2) membiarkan saya masuk ke dunia kedokteran. Saudara saya menderita penyakit terminal yang terus memburuk dan tanpa obat. Selama bertahun-tahun dia kehilangan penglihatan, bicara, pendengaran, dan gerakan. Dia pertama kali didiagnosis sekitar usia 10 tahun dengan masalah kecil, dan saya sudah berdoa untuknya sejak saat itu. Tapi setiap tahun ada lagi yang hilang, dan diagnosisnya berkembang sampai dia benar-benar lumpuh. Ini adalah pukulan pertama bagi iman saya. Saya terus berdoa dan merasa Allah seakan mengabaikan saya saat dia semakin memburuk. Saya terus bertanya-tanya bagaimana ini bisa terjadi pada seorang anak dan mengapa doa saya tidak dijawab. Saya terus berpikir, saya tidak meminta banyak - hanya agar dia tidak semakin parah. Yang kedua adalah kedokteran. Saya menaruh seluruh hidup saya untuk masuk ke sekolah kedokteran. Saya mengasingkan diri, belajar terus-menerus, dan mengorbankan kehidupan sosial untuk fokus pada tujuan ini. Saya menggabungkan doa dengan kerja keras, dan tetap saja saya tidak berhasil. Kehilangan impian itu, sesuatu yang sudah saya usahakan sejak kecil, benar-benar menghancurkan saya. Dua hal itu bersama-sama menghancurkan iman saya. Saya mempertanyakan arti doa dan sholat - untuk apa melakukannya kalau tidak ada perubahan? Saya jadi marah, berhenti berdoa, dan berhenti berdoa karena saya kehilangan harapan. Itu tidak berarti saya tidak percaya pada Allah; saya percaya. Tapi saya merasa kehadiran-Nya lebih jelas di kehidupan orang lain, dan saat saya mencoba menjangkau-Nya, saya merasa diabaikan. Saya benar-benar ingin kembali ke Islam dan memperkuat ikatan saya dengan Allah, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana atau bagaimana mengembalikan iman saya. Saya merasa tersesat dan kalah dan tidak yakin harus berbuat apa. Saya merindukan hubungan dengan-Nya tapi merasa itu di luar jangkauan. Jika ada saudara atau saudari yang punya saran, doa, atau langkah-langkah yang membantu kalian, saya akan sangat berterima kasih.