Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum - Berjuang untuk Menjaga Rutinitas Olahraga, Merasa Terjebak

Assalamu alaikum, TW: sebutan berat badan dan kesehatan Saya sudah 30 tahun dan saya belum pernah berhasil menjaga rutinitas olahraga yang teratur. Saya juga punya gangguan eksekutif yang cukup parah karena ADHD, jadi bikin saya susah banget untuk tetap konsisten. Rasanya saya sudah coba banyak cara: grafik hadiah, mengaitkan gerakan dengan hal-hal yang saya suka, menempatkan sepeda statis saya di tempat yang nggak bisa saya abaikan, dan lain-lain. Nggak ada yang bertahan lama. Saya kelebihan berat badan dan tekanan darah saya cukup tinggi sehingga saya nggak bisa minum obat ADHD yang mungkin bisa bantu saya termotivasi untuk menurunkan berat badan dan menurunkan BP saya. Saya beneran perlu lebih banyak bergerak - bahkan 15 menit sehari bisa sangat membantu. Bagian yang paling sulit adalah saya nggak suka perasaan fisik saat berolahraga (jantung berdetak kencang, berkeringat, napas berat) dan rangkaian tugas kecil yang muncul: memakai baju olahraga, mengisi botol air, menyiapkan sepeda, memikirkan makanan setelahnya - hal-hal yang mungkin terlihat kecil bagi orang lain tapi bikin saya kewalahan. Karena itu, pergi ke gym atau mengikuti kelas bukanlah pilihan yang realistis saat ini. Saya merasa sangat putus asa dan bertanya-tanya apakah saya cuma nggak cukup kreatif untuk menemukan pilihan lain, atau memang tidak ada pilihan yang layak untuk seseorang seperti saya. Ide praktis dan tanpa tekanan yang sesuai dengan kehidupan Islam dan kesopanan akan sangat dihargai - seperti rutinitas singkat di rumah, gerakan yang bisa dilakukan sekitar waktu sholat, atau tips motivasi yang ramah iman. JazakAllah khair untuk semua saran.

+289

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya juga benci berkeringat, jadi aktivitas yang intensitasnya rendah itu sangat membantu - yoga yang pelan atau jalan santai setelah iftar saat lebih sejuk. Pakaian yang sederhana oke di rumah; kamu bisa pakai hijab kalau perlu. Langkah kecil, sebenarnya.

+9
Diterjemahkan otomatis

Sebagai sesama saudari ADHD, timer itu sangat membantu saya. Atur timer dapur 10 menit saat dhuhur, lakukan sesuatu yang sederhana seperti berjalan keliling rumah atau gerakan tubuh ringan. Nggak perlu tekanan untuk sempurna, yang penting konsistensi. Jzk udah berbagi.

+14
Diterjemahkan otomatis

Waalaikum assalam, aku paham banget ini. Kamu udah coba gerakan kecil 5-10 menit setelah setiap sholat? Nggak perlu baju khusus, cukup streching atau jalan di tempat. Rasanya bisa dilakukan dan nyambung sama harimu. Kemenangan kecil itu nambah, serius deh.

+10
Diterjemahkan otomatis

Jangan remehkan berjalan di dalam ruangan - berjalanlah saat kamu bikin teh, melangkahlah saat telepon, atau marching di tempat sambil baca Quran. Itu tekanan rendah dan bisa disesuaikan dengan jadwal hijri/ sholat. Kamu udah melakukan yang terbaik dan itu udah cukup.

+10
Diterjemahkan otomatis

Saya ngerti banget dengan rasa overwhelmed saat siap-siap. Simpan aja satu tempat kecil yang khusus buat air, matras, dan handuk supaya kamu enggak perlu ngumpulin barang-barang setiap kali. Dengan nampak jelas, itu bikin saya bisa latihan 10 menit lebih sering daripada enggak.

+6
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, aku juga ngalamin hal yang sama. Aku mulai melakukan latihan duduk yang lembut sambil nonton TV - bikin jantung tetap bergerak tanpa rasa panik yang berlebihan. Itu juga bantu aku membangun kepercayaan diri buat coba lebih banyak nanti. Kamu enggak gagal, janji!

+8
Diterjemahkan otomatis

Mungkin bisa pakai doa sebagai petunjuk: setelah shalat, habiskan 5 menit untuk gerakan pergelangan kaki, angkat betis, atau tilting panggul. Ini menghormati waktu shalat dan terasa punya tujuan. Juga coba hadiahi diri sendiri dengan minuman hangat setelahnya supaya otak kita mengaitkan gerakan dengan kenyamanan.

+15

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar