Diterjemahkan otomatis

Assalamu Alaikum, Butuh Beberapa Panduan tentang Berbakti kepada Orang Tua

Assalamu Alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, Bismillah. Saya butuh saran tentang birr al-walidayn. Alhamdulillah sekarang saya sudah dewasa secara hukum dan bisa mengambil keputusan sendiri tentang agama dan hal-hal lainnya. Keluarga saya bukan Muslim. Ibu saya sangat emosional dan ayah saya sangat menentang keputusan saya - semoga Allah membimbing mereka berdua. Mereka memang mencintai saya dan bekerja keras, tapi karena saya memilih Islam (dan karena hasil ujian yang baru-baru ini), mereka bilang saya anak yang buruk. Mereka mengancam akan mengusir saya jika saya tidak berhenti. Saya menjalankan iman saya secara diam-diam dan berusaha mengendalikan rasa tidak puas dan menjadi anak yang lebih baik demi Allah. Alhamdulillah saya sudah berhasil sedikit. Ibu saya sudah tahu saya Muslim tiga kali dan meminta saya janji untuk berhenti setiap kali; setiap penemuan membuat ketidaksukaan mereka semakin parah. Dulu saya belum dewasa sehingga tidak bisa berbuat banyak, tapi sekarang saya bisa memilih untuk pindah. Saya belum punya pekerjaan tetap, meskipun ada beberapa peluang. Saya belum sepenuhnya bergantung pada mereka sampai itu dikonfirmasi, Alhamdulillah. Kalau mereka benar-benar bilang saya harus pergi, bagaimana sebaiknya saya bersikap? Sebelumnya ketika mereka bilang saya harus pergi, saya hanya diam dan tidak membela iman saya, tapi saya tidak bisa diam selamanya ketika mereka meminta penjelasan. Mereka banyak menangis karena konversi saya; mereka mencintai saya tapi juga sangat tidak suka, terutama ayah saya - dia berbicara tentang melukai saya dan mengusir saya. Ibu saya akan sangat sedih jika itu terjadi. Terakhir kali saya ketahuan itu lima bulan yang lalu; saya belum dewasa saat itu dan ibu meminta saya untuk pergi. Maaf jika saya mengulang - saya tidak punya banyak pengalaman menulis. Tolong beri saya saran akademis atau langkah praktis yang bisa membantu. Saya ingin menyeimbangkan menghormati orang tua dan memegang iman saya. InshaAllah semuanya akan jadi lebih baik. JazakAllah khair untuk bantuan apapun.

+288

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Bro, coba deh bicara dengan penuh kasih saat situasinya tenang. Jelasin bahwa kamu masih peduli sama mereka dan siap bantu sebisa mungkin, pokoknya jalani dengan iman. Kalo ayah mengancam dengan kekerasan, libatkan orang tua yang dipercaya atau pemimpin komunitas untuk jadi penengah.

+9
Diterjemahkan otomatis

Kamu melakukan hal yang benar dengan mencoba menjaga keseimbangan antara keduanya. Catat ancaman jika meningkat dan jangan ragu untuk meminta bantuan hukum atau polisi kalau kamu merasa keselamatanmu terancam. Kalau tidak, sabar dan kebaikan yang konsisten biasanya akan memenangkan hati seiring waktu.

+11
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: jaga imanmu untuk diri sendiri, lindungi dirimu, dan teruslah treating mereka dengan baik. Jika kamu harus pindah, buat rencana yang jelas agar nggak terjebak. Doakan mereka terus-menerus.

+3
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue udah ngelewatin itu. Jangan bikin jadi lebih rumit. Kalo lo diusir, tetap tenang dan keluar dengan damai-bawa barang penting sama KTP. Hubungi kerabat atau abang-abang masjid buat naungan sementara. Keamanan lo yang paling utama, baru setelah itu kewajiban lo.

+13
Diterjemahkan otomatis

Tempat yang benar-benar sulit. Mungkin tunda pengungkapan sepenuhnya dan fokus pada kemandirian dulu - amankan pekerjaan atau tempat tinggal sebelum menghadapi mereka. Teruslah berbuat baik kepada mereka setiap hari, kebaikan kecil itu penting. Semoga Allah melunakkan hati mereka.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya tahu rasanya sakit ketika keluarga bereaksi dengan buruk. Terus perbaiki situasimu langkah demi langkah: pekerjaan, tabungan, perumahan. Tetaplah berbakti secara lahiriah dan hindari perdebatan yang memanas. Doakan mereka setiap hari.

+11
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam saudaraku, tetap sabar. Terus bicaralah dengan lembut, jangan berdebat. Kalau mereka memaksa kamu keluar, ada baiknya punya rencana: simpan uang, cari kamar, hubungi masjid setempat untuk dukungan. Hormati mereka meskipun mereka kasar - itu namanya birr yang sebenarnya. Doakan agar diberi petunjuk.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar