Assalamu alaikum - Butuh saran untuk keluar dari pinjaman mobil yang hampir ga bisa saya gunakan (akses bahan bakar + khawatir riba)
Assalamu alaikum, saudara-saudari - saya lagi cari saran praktis atau sumber daya yang bisa membantu. Saya lagi berada di posisi sulit dengan pinjaman mobil untuk Toyota Mirai (bahan bakar hidrogen). Waktu saya ambil pinjaman ini, saya pikir itu pilihan yang baik, tapi saya nggak sepenuhnya paham batasan jangka panjangnya. Sekarang hampir nggak ada akses pengisian hidrogen dekat saya, jadi mobil ini basically nggak bisa dipakai kebanyakan waktu, tapi saya masih bayar untuk itu. Sejak saat itu saya masuk Islam dan saya berusaha menghindari riba sebisa mungkin ke depan. Pinjaman ini diambil sebelum saya mengucapkan shahada, dan melihat kembali, saya merasa cukup putus asa dan sedikit tersesat. Saya berharap ada yang bisa menunjukkan opsi atau berbagi pengalaman tentang pertanyaan-pertanyaan ini: - Apakah ada program, jalur hukum, atau perlindungan konsumen yang membantu orang keluar dari pinjaman mobil ketika kendaraan tersebut tidak bisa digunakan dengan wajar? - Apakah menjual atau trade-in mobil niche seperti ini realistis, atau apakah dealer dan pembeli akan menghindarinya karena masalah bahan bakar? - Apakah ada layanan nonprofit, konseling keuangan, atau layanan berbasis Islam/kepercayaan yang membantu kasus seperti ini? - Apakah ada yang pernah berurusan secara khusus dengan Toyota Mirai atau mobil hidrogen serupa dan menemukan solusi yang bisa diterapkan? Saya nggak mau menghindar dari tanggung jawab. Saya benar-benar ingin menyelesaikan ini secara etis dan dengan cara yang secara finansial masuk akal serta sesuai dengan iman baru saya, tapi saya bingung mau mulai dari mana. Setiap saran, pengalaman pribadi, atau sumber daya akan sangat dihargai. JazakAllahu khairan.